Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bandara Hasanuddin Antisipasi Lonjakan Penumpang

Bandara Internasional Sultan Hasanuddin akan membuka Posko Angkutan Udara Lebaran 2024 dimulai pada 3 April 2024 mendatang.
EmptyPenumpang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin./JIBI
EmptyPenumpang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin./JIBI

Bisnis.com, MAKASSAR — Bandara Internasional Sultan Hasanuddin akan membuka Posko Angkutan Udara Lebaran 2024 dimulai pada 3 April 2024 mendatang. Pembukaan posko ini dimaksud untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang terjadi pada puncak arus mudik.

"Untuk persiapan menyambut arus mudik Lebaran 2024, kami telah melakukan langkah-langkah persiapan yang matang, salah satunya pendirian Posko Angkutan Udara Lebaran yang direncanakan akan dibuka mulai 3 April mendatang," ungkap General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Taochid Purnomo Hadi di Makassar, Senin (25/3/2024).

Selain membuka posko lebaran, pihak bandara juga telah berencana menambah sejumlah fasilitas utama dan sarana penunjang, seperti penambahan kursi dan troli. Pasalnya beberapa fasilitas tersebut, dikatakan Taochid, selama ini belum cukup memenuhi kebutuhan penumpang, terutama ketika ada musim libur seperti ini.

"Ketersediaan troli di Bandara Sultan Hasanuddin terkadang masih menjadi permasalahan tersendiri, di mana jumlahnya yang sekarang mencapai kurang lebih 1.500 unit, dinilai belum cukup," paparnya.

Sementara jumlah penumpang di bandara ini tercatat mulai mengalami kepadatan, terutama pada bulan ini. Per 1-24 Maret 2024, pihak bandara mencatat sudah ada 562.885 pergerakan penumpang, dengan rata-rata 18.158 penumpang perhari.

Jumlah tersebut sejalan dengan pergerakan pesawat yang dinilai juga telah mulai padat, di mana pada Maret ini, tercatat sebanyak 4.127 pergerakan pesawat, dengan rata-rata 143 pergerakan pesawat perharinya.

"Pada Maret ini memang sudah mulai padat penumpang di bandara, kemungkinan puncaknya pada akhir pekan pertama bulan depan," tuturnya.

Salah satu penumpang pesawat di Bandara Hasanuddin, Muhammad Nur Fadillah mengatakan dirinya sengaja melakukan mudik pada Maret ini atau lebih awal karena ingin menghindari biaya tiket yang mahal. Perjalanannya dari Surabaya menuju Mamuju diperkiran akan memakan biaya berkali lipat dibanding hari biasa.

"Saat ini harga tiket Surabaya-Makassar saja sudah mencapai Rp1,5 juta, kalau mendekati lebaran mungkin dua kali lipatnya. Jadi saya mudik lebih awal saja supaya tidak mahal sekali tiket," paparnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper