Sulsel Pacu Produksi Perikanan Tangkap

Pada 2023, produksi perikanan tangkap Sulsel 492.159 ton, meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Seorang nelayan di Maluku memanggul ikan tuna./Antara
Seorang nelayan di Maluku memanggul ikan tuna./Antara

Bisnis.com, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tengah mendorong peningkatan produksi perikanan tangkap di wilayahnya pada tahun ini seiring potensinya yang bisa menyentuh 1 juta ton pertahun. Angka tersebut ternyata masih jauh dari total produksi selama ini yang bahkan belum sampai setengahnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel Muhammad Ilyas memaparkan, produksi sektor perikanan tangkap di Sulsel terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Pada 2023, data sementara yang dikeluarkannya mencapai 492.159 ton, lebih besar dari tahun sebelumnya yang hanya 436.735 ton.

Tahun ini, tergetnya minimal yang dipatok sebenarnya hanya 442.959 ton, namun diharapkan angkanya bisa lebih dari itu hingga menyentuh 500.000 ton.

"Target 2024 memang hanya 442.959 ton, tidak perlu dulu terlalu tinggi sampai kita dapat data produksi yang sudah tervalidasi. Yang jelas sektor ini punya potensi sekitar 1 juta ton, besar, makanya tetap kita harapkan produksi tahun ini bisa sentuh 500.000 ton," ungkapnya kepada Bisnis, Selasa (6/2/2024).

Pihaknya akan melakukan berbagai upaya supaya produksi perikanan tangkap Sulsel bisa semakin besar. Dari sisi komoditas, pemerintah provinsi akan memperbanyak rumpon dengan menambah sekitar 100 unit dalam waktu dekat. Ada 126 titik yang saat ini dibolehkan untuk dilakukan pemasangan rumpon di wilayah ini berdasarkan aturan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Rumah ikan atau hutan laut juga telah disiapkan di dasar laut Sulsel dengan estimasi 25 unit perhektarnya. Ditopang oleh perbaikan terumbu karang yang dilakukan di beberapa pulau.

"Kita juga akan lakukan pengawasan terkait pengeboman dan penggunaan alat tangkap yang dilarang, itu kita buat SK Forum Penindakan Pelanggara Perikanan tahun ini, supaya tidak terjadi lagi hal tersebut," katanya.

Sementara dari sisi produktivitas nelayan, Ilyas mengatakan pihaknya akan memudahkan proses perizinan mereka, mulai pembuatan surat perintah berlayar hingga surat layak operasi atau SLO. Kemudahan perizinan ini diharapkan bisa memudahkan akses para nelayan dalam melakukan aktivitasnya.

"Selain itu juga telah disiapkan asuransi untuk 10.000 nelayan di Sulsel, ditambah akan ada pemberian subsidi BBM kepada mereka. Upaya ini diharapkan bisa memberi rasa aman dan nyaman, hingga mempermudah nelayan dalam bekerja," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler