Strategi Sulsel Kendalikan Harga Ikan di Tengah Ancaman Gelombang Tinggi

Gelombang tinggi di perairan Sulsel yang kerap terjadi di awal tahun memberi dampak terhadap produksi ikan.
Keramba jaring apung untuk budi daya ikan./Istimewa
Keramba jaring apung untuk budi daya ikan./Istimewa

Bisnis.com, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tengah memacu produksi ikan air tawar guna mengantisipasi potensi berkurangnya produksi ikan laut akibat ancaman gelombang tinggi di perairan Sulsel yang kerap terjadi di awal tahun. 

Peningkatan ini diharapkan bisa mengalihkan konsumsi sebagian masyarakat, dari ikan laut ke ikan air tawar seperti ikan mas, lele, dan nila, supaya harga ikan laut dipasaran tetap stabil. Beberapa program terus didorong mulai dari restocking, peningkatan sumber daya ikan di danau-danau, serta produksi berbasis bioflok dan rumah tangga.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel Muhammad Ilyas mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah melakukan restrocking di Danau Tempe dengan menebar bibit ikan nila dan ikan mas sebanyak 50.000 ekor yang saat ini telah bisa dipanen. 

Selanjutnya, pada bulan ini pemerintah provinsi akan menebar bibit lagi di lokasi tersebut sebanyak 200.000 ekor dengan target total 1 juta ekor. 

"Upaya ini juga akan kita lakukan di beberapa lokasi, bukan hanya di danau, tapi juga di sungai-sungai bahkan di pekarangan warga. Ikan di laut tidak mesti menjadi konsumsi utama, makanya kita dorong konsumsi ikan perairan umum atau air tawar supaya harga ikan laut di pasar bisa stabil meskipun produksi kurang," paparnya kepada Bisnis, Selasa (6/2/2024).

Ilyas menambahkan, gelombang tinggi di Sulsel yang tidak terjadi berbarengan antara wilayah barat dan timur masih memungkinkan wilayah ini untuk memproduksi ikan laut dalam jumlah besar. Tinggal bagaimana distribusinya diperlancar supaya tidak terjadi ketimpangan harga antar wilayah.

Salah satunya adalah rencana memberikan subsidi BBM kepada para distributor ikan supaya kelancaran distribusi bisa terjaga dan kebutuhan ikan laut di semua daerah bisa tercukupi.

"Musim kita kan berbeda antara wilayah barat dan timur. Kalau gelombang tinggi terjadi di barat, biasanya tidak terjadi di timur. Ini membuat produksi perikanan tangkap kita bisa selalu bagus. Jadi kita berencana memberikan subsidi bahan bakar kepada para distributor supaya mereka bisa mendistribusikan ikan dengan lancar," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler