Kebutuhan Uang di Sulsel saat Nataru Diproyeksi Rp3,2 Triliun

Momen Pemilu menjadi salah satu pemicu naiknya kebutuhan uang saat Nataru.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan Causa Iman Karana (tengah) didampingi Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel Rudy B. Wijanarko (kiri) dan  Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel M. Firdauz Muttaqin berbicara pada acara Taklimat Akhir Tahun di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (11/12/2023)./Bisnis-Paulus Tandi Bone.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan Causa Iman Karana (tengah) didampingi Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel Rudy B. Wijanarko (kiri) dan  Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel M. Firdauz Muttaqin berbicara pada acara Taklimat Akhir Tahun di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (11/12/2023)./Bisnis-Paulus Tandi Bone.

Bisnis.com, MAKASSAR — Bank Indonesia memproyeksi kebutuhan uang di Sulawesi Selatan (Sulsel) pada periode Natal dan Tahun Baru 2024 (Nataru) mencapai Rp3,2 triliun, lebih besar 7% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp2,99 triliun.

Berbagai kebijakan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulsel yang terus berlanjut dan semakin membaik menjadi kunci pertumbuhan ini, juga didukung peningkatan transaksi masyarakat serta peningkatan mobilitas pada momen mudik Nataru tiap tahunnya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulsel Causa Iman Karana mengatakan, momen Nataru tahun ini yang bertepatan dengan Pemilu juga diproyeksi menjadi pendorong meningkatkan kebutuhan uang di wilayah ini. Pengalihan anggaran yang cukup besar dari APBN dan APBD untuk kebutuhan Pemilu akan menjadi perangsang meningkatnya kebutuhan uang.

"Selain karena mobilitas Nataru itu sendiri, beberapa aktivitas Pemilu juga diperkirakan akan mendorong meningkatnya kebutuhan uang di Sulsel. Saat Pemilu itu kan beberapa pihak bergerak, peserta pemilu mengeluarkan uang, penyelenggara mengeluarkan uang, tim-tim sukses juga begitu. Jadi Nataru ini kebutuhan uang kita pasti meningkat," paparnya, Senin (11/12/2023).

Jenis pecahan yang dibutuhkan di Sulsel pada Nataru ini diproyeksi paling banyak pada pecahan Rp100.000 dengan estimasi kebutuhan mencapai Rp1,76 trilun. Kemudian pecahan Rp50.000 yang destimasikan sebesar Rp1,25 trilun.

Selanjutnya ada pecahan Rp20.000 diestimasikan sebesar Rp66,3 miliar, pecahan Rp10.000 diestimasikan sebesar Rp58,4 miliar, pecahan Rp5.000 diestimasikan sebesar Rp30 miliar, pecahan Rp2.000 diestimasikan sebesar Rp20,5 miliar, dan pecahan Rp1.000 diestimasikan sebesar Rp9,23 miliar.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut, KPwBI membuka layanan prima dengan bersinergi bersama perbankan. Layanan penukaran uang Rupiah dilaksanakan melalui perbankan serta pada empat wilayah kas titipan di Parepare, Palopo, Bone dan Bulukumba.

"Layanan penarikan dan penyetoran akan berlangsung secara normal menjelang Natal dan akan sementara tidak beroperasi pada 26, 28 dan 29 Desember 2023. Selanjutnya pelaksanaan kegiatan operasional perbankan menjadi pertimbangan dan kewenangan masing-masing bank. Layanan ini akan dibuka kembali pada 2 Januari 2024," jelas Causa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler