Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pelindo Elektrifikasi Peralatan Pelabuhan di Sulut

Tahun depan Pelindo Grup rencananya juga akan menargetkan kelanjutan program elektrifikasi pada alat quayside container crane dan ruber tyred gantry.
Nugroho Nafika Kassa
Nugroho Nafika Kassa - Bisnis.com 05 Desember 2022  |  16:50 WIB
Pelindo Elektrifikasi Peralatan Pelabuhan di Sulut
Petugas PT Equiport Inti Indonesia tengah melakukan elektrifikasi container crane (CC) di Terminal Petikemas Bitung (TPB), Sulawesi Utara (Sulut). - Pelindo
Bagikan

Bisnis.com, MAKASSAR - Pelindo melalui anak usahanya PT Equiport Inti Indonesia telah melakukan elektrifikasi empat unit alat container crane (CC) di Terminal Petikemas Bitung (TPB), Sulawesi Utara (Sulut) tahun ini. Elektrifikasi dilakukan dalam rangka implementasi program green port yang merupakan suatu konsep pengembangan pelabuhan berkelanjutan untuk mengurangi emisi karbon.

Direktur Utama PT Equiport Inti Indonesia Muhammad Ayub Rizal mengatakan, tahun depan Pelindo grup rencananya juga akan menargetkan kelanjutan program elektrifikasi pada alat quayside container crane (QCC) dan rubber tyred gantry (RTG) pada beberapa terminal yang dikelola Pelindo Grup.

Dia mengatakan, elektrifikasi yang dilakukan pada empat unit CC di TPB merupakan salah satu inisiatif strategis pihaknya untuk menyumbang nilai bagi Pelindo Group dengan meningkatkan efisiensi terhadap penggunaan biaya bahan bakar minyak (fossil fuel).

Selain itu juga dalam upaya meningkatkan efesiensi terhadap biaya pemeliharaan dan meningkatkan pelayanan yang andal bagi pelanggan, serta sebagai upaya untuk mengambil bagian dari program green port.

"Kita berharap ke depannya, PT Equiport Inti Indonesia memiliki pengalaman untuk kegiatan eletrifikasi dapat dipercayakan kembali untuk melakukan kegiatan eletrifikasi pada unit QCC dan RTG pada pelabuhan-pelabuhan lainnya," harapnya, Senin (5/12/2022).

Sementara Direktur Utama Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) Prasetyadi mengatakan elektrifikasi adalah salah satu langkah kita untuk terus mendorong pengoperasian pelabuhan dengan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Elektrifikasi juga merupakan salah satu inisiatif strategis pengembangan green marine service yang menjadi komitmen SPJM.

"Pasca merger Pelindo dan terbentuknya SPJM, kita berupaya untuk memberikan value creation bagi perusahaan dan pemakai jasa. Bisnis yang dijalankan senantiasa kita selaraskan dengan kesadaran untuk memperhatikan keberlangsungan lingkungan,” ungkapnya.

Diketahui Green Port merupakan suatu konsep dalam pengembangan pelabuhan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek kelestarian lingkungan, konservasi energi, community development, dan kepentingan ekonomi dari pelabuhan itu sendiri. Konsep green port telah menjadi komitmen pelabuhan-pelabuhan di dunia untuk mengurangi emisi karbon.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menuju green port ialah elektrifikasi. Elektrifikasi merupakan proses repowering pada suatu komponen dengan menggunakan listrik.

Elektrifikasi quay container crane (QCC) dilakukan dengan mengubah sumber energi utama yang awalnya bersumber dari generator set yang berbahan dasar listrik menjadi sumber listrik PLN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelindo sulsel sulut
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top