Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Vale Terapkan Pertanian SRI Organik Dekat Area Tambang, Produksi Meningkat

Produksi pertanian konvensional biasanya menghasilkan 5 ton perhektare. Metode SRI Organik mampu meningkatkan produksi hingga 7,5 ton permusim perhektare.
Petani di Desa Puubunga, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara saat memperlihatkan hasil tanaman padinya menggunakan metode System of Rice Intensification (SRI) Organik, Senin (28/11/2022)./Bisnis-Nugroho Nafika Kassa
Petani di Desa Puubunga, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara saat memperlihatkan hasil tanaman padinya menggunakan metode System of Rice Intensification (SRI) Organik, Senin (28/11/2022)./Bisnis-Nugroho Nafika Kassa

Bisnis.com, MAKASSAR — PT Vale Indonesia Tbk. mengembangkan pertanian organik di dekat area tambangnya, tepatnya di Desa Puubunga dan Desa Puuroda, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra). Produksi padi para petani di desa tersebut bahkan mampu meningkat 2,5 ton permusim perhektare.

Pendamping Pertanian Organik ALIKSA (PT Vale hire konsultan) Ridwan mengatakan saat ini ada 13 petani yang menerapkan metode System of Rice Intensification (SRI) Organik. Pertanian yang diterapkan full organik, jadi memakai pupuk organik dan sisa sekam tidak dibakar, tapi bisa diolah lagi menjadi pupuk.

Total luas pertanian organik ini secara keseluruhan mencapai 2,85 hektare. Seluas 0,36 hektare berada di Desa Puubunga dan 2,49 hektare di Desa Puuroda. Targetnya, pada 2023 nanti lahan pertanian organik semakin luas hingga 5,5 hektare.

Metode yang telah diterapkan di Sorowako dan Morowali ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas petani. Jika melihat panen konvensional petani di Desa Puubunga, biasanya hanya mencapai 5 ton permusim perhektare. Metode SRI Organik mampu meningkatkan produksi hingga 7,5 ton permusim perhektare.

"Umur panen di sini kurang lebih 105 hari permusimnya. Nah kami telah mampu meningkatkan produksi hingga 2,5 ton permusim perhektare setelah menggunakan metode SRI Organik," ungkap Ridwan, Senin (28/11/2022).

Saat ini ada 25 petani yang telah menerapkan metode pertanian organik, 13 petani menerapkan pengembangan padi SRI Organik dan sisanya mengembangkan sayuran organik.

"Pertanian organik ini memang begitu menguntungkan petani, makanya kita kembangkan. Jika pertanian konvensional biasanya butuh benih 1 kuintal, pertanian organik ini berkurang 95 persen, menjadi hanya 5 kg saja, jadi begitu hemat," paparnya.

Sementara salah satu petani di Desa Puubunga Watno menjelaskan dirinya telah menerapkan metode ini dari musim lalu, dan hasilnya begitu menguntungkan.

Saat menerapkan metode konvensional, dia mengatakan selalu menggunakan pestisida di sawahnya, namun pertanian organik membuatnya tidak perlu lagi menggunakan itu karena lebih menghindarkan dari hama.

Pupuk untuk pertanian organik juga bisa dibuat sendiri, sehingga para petani dikatakannya tidak perlu lagi membeli pupuk dengan harga mahal.

"Di saat pupuk sulit, pestisida mahal, ternyata sistem ini tidak menggunakan yang mahal itu. Pupuk bisa dibuat sendiri. Jadi banyak penghematan," ungkapnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper