Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KA Sulsel Akan Disubsidi Rp72,4 Miliar Selama Tiga Tahun

BPKA Sulsel menjamin harga tiketnya akan lebih murah dibanding transportasi umum lainnya.
Nugroho Nafika Kassa
Nugroho Nafika Kassa - Bisnis.com 21 September 2022  |  15:57 WIB
KA Sulsel Akan Disubsidi Rp72,4 Miliar Selama Tiga Tahun
Suasana pembangunan rel dan infrastruktur kereta api Sulawesi Selatan dalam proses pembangunan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa (28/6/2022). Bisnis - Paulus Tandi Bone
Bagikan

Bisnis.com, MAKASSAR - Kereta Api (KA) Sulawesi Selatan (Sulsel) akan mendapat subsidi selama tiga tahun sebesar Rp72,4 miliar. Harga tiketnya pun dipastikan akan lebih murah dibanding transportasi umum lain di Sulsel.

Kepala Tata Usaha Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulsel Hasbudi Samad mengatakan pihaknya belum bisa memastikan besaran harga tiket KA yang rencananya beroperasi Oktober 2022. Pertimbangannya karena pihak BPKA Sulsel saat ini sedang melakukan survei penerapan harga.

"Kami akan melihat terlebih dahulu masukan dari masyarakat hingga instansi-instansi lainnya serta media, berapa harga yang cocok," katanya di Makassar, Rabu (21/9/2022).

Namun Hasbudi menjanjikan bahwa tiket subsidi tersebut nantinya akan lebih murah dari angkutan umum lainnya. Tujuannya agar dalam tahap awal animo masyarakat untuk menggunakan kereta api bisa lebih tinggi.

"Jadi kan ada surveinya, berapa kira-kira yang optimal kita berikan. yang jelas lebih murah lagi dari angkutan umum lain," lanjutnya.

Walaupun belum bisa memastikan, namun sebelumnya Kepala BPKA Sulsel Andi Amanna Gappa telah menaksir harga tiket subsidi yang akan diberikan kepada masyarakat. Kisarannya sekali perjalanan mencapai Rp5.000 hingga Rp10.000 per-100 km.

Ticketting nantinya juga akan menganut sistem digital, dengan memanfaatkan super app yang akan terintegrasi dengan seluruh sistem pembayaran digital.

Menanggapi hal tersrbut, Pengamat Transportasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar Mukhtar Thahir mengatakan jika subsidi dengan kisaran harga yang disebutkan Andi Amanna Gappa dianggap sudah sangat murah, terlebih sudah menjangkau ratusan km perjalanan.

Jumlah yang direncanakan balai dengan besaran itu bahkan terlalu kecil, sehingga kemungkinan secara bertahap akan dinaikkan. Terutama dalam rangka pengembalian modal yang tidak sedikit.

"Jadi mungkin di tahun pertama 10 persen, tahun kedua 20 persen dan seterusnya, ini kan program jangka panjang," jelasnya.

Yang menjadi tantangan kata dia adalah potensi pergesekan dengan kendaraan umum lainnya, utamanya angkutan antar daerah yang akan terdampak dengan penurunan jumlah penumpang.

Namun di satu sisi jika ini mampu ditata, maka akan memberikan keuntungan besar bagi tranportasi feeder, utamanya pete-pete di daerah.

"Jadi di daerah untuk pete-petenya itu dari sekarang sudah ancang-ancang disiapkan untuk jadi pengumpan, untuk masuk ke stasiun," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

trans sulawesi sulawesi kereta api
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top