Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelajah Agri Pupuk Kaltim 2022, Bantuan Modal Bantu Petani Beli Pupuk Non-Subsidi

Bantuan modal ini membantu petani mendapatkan pupuk sehingga hasil panennya meningkat 50 persen.
Nugroho Nafika Kassa
Nugroho Nafika Kassa - Bisnis.com 27 Agustus 2022  |  09:35 WIB
Jelajah Agri Pupuk Kaltim 2022, Bantuan Modal Bantu Petani Beli Pupuk Non-Subsidi
Sekretaris Daerah Kabupaten Bone Andi Islamuddin menyerahkan secara simbolis bantuan pupuk kepada petani di Desa Amali Riattang, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone, Sulsel, Kamis (25/8/2022) - Bisnis/Nugroho Nafika Kassa
Bagikan

Bisnis.com, MAKASSAR - Melalui bantuan pemodalan dari Program Makmur Pupuk Kalimantan Timur (PKT), para petani yang tidak mendapat jatah pupuk bersubsidi tetap bisa mendapatkan pupuk berkualitas. Bahkan mereka tetap mendapat keuntungan karena hasil panennya meningkat 50 persen.

Salah seorang petani di Desa Amali Riattang, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone Sulawesi Selatan (Sulsel) Irfan mengungkapkan namanya kini tidak terdaftar di Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK) yang artinya tidak berhak mendapat pupuk bersubsidi dari pemerintah. Hasil pertaniannya pun kian menurun dengan maksimal hanya 6 ton saja per hektare karena menurunnya kemampuan membeli pupuk.

Namun hadirnya Program Makmur dikatakannya kini bisa mendapat bantuan modal dengan mudah. Kebutuhan pupuknya pun tercukupi dan bahkan mampu meningkatkan produksi pertaniannya hingga 9 ton per hektare.

“Alhamdulillah Program Makmur ini sangat membantu, apalagi pupuk dari PKT sangat bagus sehingga hasil panen kami bisa meningkat. Lahan saya ada 1 hektare, yang tadinya cuma bisa 6 ton saja, sekarang bisa sampai 9 ton,” ungkapnya kepada Bisnis.com, Kamis (25/8/2022).

Diketahui Kouta pupuk bersubsidi di Sulsel pada 2022 hanya 572.000 ton saja. Padahal yang diusulkan sebesar 2,2 juta ton.

Petani yang berhak mendapat pupuk bersubsidi adalah petani yang namanya sudah terdaftar di RDKK, sementara yang tidak terdaftar harus menggunakan pupuk non-subsidi yang harganya tergolong lebih mahal.

Kondisi ini yang membuat banyak petani di Sulsel terutama di Kabupaten Bone mengeluhkan kebutuhan pupuk mereka. Hasilnya daya beli pupuk dari petani menurun yang menyebabkan turunnya hasil panen mereka.

Beruntung kemudian Program Makmur ini hadir dan mampu menjadi solusi kebutuhan pupuk para petani. Melalui kemudahan mendapatkan bantuan modal pembelian pupuk non-subsidi, para petani kini tetap mampu meningkatkan hasil panennya.

“Untuk petani yang tidak menggunakan pupuk subsidi karena keterbatasan alokasi pupuk, kami menyediakan pupuk non-subsidi. Pupuk non subsidi harganya lebih mahal, makanya kita bantu petani dengan bantuan permodalan sehingga petani bisa menggunakan pupuk non subsidi tapi tetap bisa mendapat keuantungan dari pertanian jagung,” ungkap Project Manager Agrosolution PKT Adrian RD Putra.

Bisnis Indonesia bersama Pupuk Kaltim menggelar Program Jelajah Agri yang akan mengeksplorasi Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan pada 22-25 Agustus 2022 untuk melihat langsung peran pupuk bagi industri agri. Program ini juga didukung oleh Toyota dan PT Transkon Jaya Tbk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jelajah Agri pupuk kaltim agribisnis
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top