Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tingkat Hunian Hotel Makassar Turun 10 Persen Akibat Tiket Pesawat Mahal

Pada Januari sampai Juni tingkat hunian hotel di Makassar mencapai 51 persen tiap bulannya, pada Juli langsung turun ke 41 persen.
Nugroho Nafika Kassa
Nugroho Nafika Kassa - Bisnis.com 11 Agustus 2022  |  15:42 WIB
Tingkat Hunian Hotel Makassar Turun 10 Persen Akibat Tiket Pesawat Mahal
Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. - Kementerian BUMN
Bagikan

Bisnis.com, MAKASSAR - Mahalnya harga tiket pesawat membuat tingkat hunian hotel di Makassar turun hingga 10 persen pada Juli 2022. Penurunan ini diperkirakan masih akan terjadi pada Agustus 2022.

Pada semester pertama dari Januari hingga Juni 2022, tingkat hunian hotel di Makassar sempat bergerak positif pasca pembatasan perjalanan oleh pemerintah di angka rata-rata 51 persen perbulannya. Namun pada Juli 2022, tingkat hunian langsung turun di angka 41 persen.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan (Sulsel) Anggiat Sinaga membenarkan jika faktor utama turunnya tingkat hunian hotel di Makassar karena mahalnya harga tiket pesawat.

“Kenaikan harga tiket jelas memberi pukulan telak bagi industri pariwisata dan secara khusus hotel karena menurunnya tingkat huni. Semester pertama sempat memberi signal perubahan lebih baik, tapi Juli dan Agustus langsung terjun bebas lagi,” jelas Anggiat kepada Bisnis, Kamis (11/8/2022).

Anggiat mengatakan pihaknya telah melakukan beberapa alternatif demi meningkatkan hunian hotel seperti melakukan sales call ke beberapa instansi pemerintahan. Namun cara tersebut ternyata kurang efektif karena beberapa event di Makassar terancam tidak terselenggara.

“Tim sales lakukan sales call ke kantor-kantor kementerian, hasilnya sangat tidak menggembirakan karena event yang diharapkan makin tidak jelas dengan alasan harga tiket lagi mahal,” ungkapnya.

Akhirnya kini PHRI Sulsel akan mencoba menyasar pasar-pasar lokal terutama di daerah-daerah Sulawesi yang (jika bisa) tidak membutuhkan akses udara. Selain itu PHRI juga akan mengelola pasar social event untuk menarik masyarakat menginap di hotel.

"Saat ini yang bisa kita lakukan adalah coba menyasar pasar-pasar lokal hingga ke daerah serta kelola pasar social event. Tidak banyak hal yang bisa dilakukan karena mayoritas yang dihadapkan adalah kemudahan pergerakan orang yang butuh sarana akomodasi,” jelasnya.

Sementara Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Sulsel Didi Leonardo Manaba menyarankan kepada pemerintah untuk mengatur mengatur harga batas atas dan bawah dari harga tiket pesawat.

Tujuannya supaya harga tiket bisa masuk akal dan terjangkau walaupun tidak murah. Jika ini bisa dilakukan, maka geliat perjalanan wisata maupun kunjungan wisatawan ke Makassar bisa kembali menggeliat.

“Harapan saya untuk low cost airlines seperti Lion dan Sriwijaya harus tetap ada batas atas naik nya harga, kalau premium airlines seperti Garuda tidak apa harganya naik karena mereka punya segmen pasar masing-masing,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tiket pesawat sulawesi selatan makassar perhotelan
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top