Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ketersediaan Obat di Makassar, Begini Pantauan BPOM

Agar ketersediaan obat Covid-19 ini tetap mencukupi kebutuhan pasien yang bergejala berat, masyarakat atau pasien yang terpapar tapi tidak bergejala atau gejala ringan cukup melakukan isolasi mandiri di rumah dengan mengonsumsi vitamin.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 06 Agustus 2021  |  16:03 WIB
Ketersediaan Obat di Makassar, Begini Pantauan BPOM
Obat flu Oseltamivir. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, MAKASSAR - Ketersediaan obat di Makassar diklaim masih aman dan terpenuhi.

Kepala BBPOM Makassar Hardianingsih mengatakan untuk stok obat-obatan Covid-19 saat ini telah didistribusikan ke seluruh rumah sakit, baik rumah sakit pemerintahan, swasta, dan apotek.

"Adapun jenis-jenis obat yang sudah terdistribusi yakni Favipiravir, Azithromycin, Olsetamivir dan Ivermectin yang digunakan sebagai obat Covid-19," ungkap Hardianingsih, Jumat (6/8/2021).

Selain itu, lanjutnya lagi, ketersediaan jenis obat yang berbentuk injeksi juga telah didistribusikan ke seluruh rumah sakit. Sementara, untuk ketersediaan vitamin, mulai dari vitamin C,D, E dan Zinc di penyalur sedang menunggu pengiriman, hanya saja pihaknya memastikan ketersediaan vitamin jenis ini masih dapat ditemukan di apotek.

Hardianingsih menyebut, agar ketersediaan obat Covid-19 ini tetap mencukupi kebutuhan pasien yang bergejala berat, ia mengimbau agar masyarakat atau pasien yang terpapar tapi tidak bergejala atau gejala ringan cukup melakukan isolasi mandiri di rumah dengan mengonsumsi vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

"Kita minta masyarakat agar tidak panic buying obat-obatan untuk penanganan Covid-19 yang harus memerlukan resep dokter atau pengawasan dokter dalam pemakaiannya, terutama yang bersifat obat keras," terangnya.

Ia juga meminta keterlibatan masyarakat agar tetap taat dalam menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Hal itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, termasuk mengantisipasi melonjaknya klaster keluarga.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menyukseskan program vaksinasi yang dinilai mampu menekan laju penularan akibat terbentuknya kekebalan kelompok atau herd immunity melalui vaksinasi.

Terpisah, Anggota Komisi IX DPR RI Aliyah Mustika Ilham menegaskan kurangnya stok obat-obatan penanganan Covid-19 di apotek dinilai karena adanya beberapa distributor yang memang sengaja menahan. Tujuannya, jika stok berkurang maka sangat mudah memainkan harga. "Di Jawa, kami juga mengalami seperti itu," katanya belum lama ini.(k36)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makassar obat sulsel BPOM
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top