Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sulsel Diminta Waspadai Penularan Varian Baru Covid-19 Asal India

Penularan Covid-19 asal India ini memang berpotensi terjadi di wilayah manapun, termasuk di Sulsel sebab penyebarannya terjadi secara natural.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 06 Mei 2021  |  15:44 WIB
Pengunjung memilih pakaian di Mal Panakukang, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (3/5/2021). Jelang hari raya Idul Fitri 1442 H, sejumlah pusat perbelanjaan di daearah itu mulai ramai dikunjungi warga untuk berbelanja kebutuhan lebaran. - Antara/Arnas Padda.
Pengunjung memilih pakaian di Mal Panakukang, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (3/5/2021). Jelang hari raya Idul Fitri 1442 H, sejumlah pusat perbelanjaan di daearah itu mulai ramai dikunjungi warga untuk berbelanja kebutuhan lebaran. - Antara/Arnas Padda.

Bisnis.com, MAKASSAR - Sulawesi Selatan diminta untuk mewaspadai terkait potensi penularan mutasi Covid-19 jenis baru asal India. Hal tersebut ditengarai, dengan tingginya mobilitas orang yang masuk ke Sulsel selama periode Maret-April melalui bandara.

Epidemiolog Universitas Hasanuddin Prof Ridwan Amiruddin menerangkan pemerintah daerah maupun Gugus Tugas Penanganan Covid-19 harus lebih waspada terkait adanya penyebaran Covid-19 varian baru ini.

"Perlu diantisipasi memang karena itu setiap pintu masuk bandara ataupun pelabuhan harus menjadi perhatian untuk memastikan bahwa semua orang-orang yang masuk ke Sulsel adalah orang yang bebas Covid-19," terang Ridwan, Kamis (6/5/2021).

Ia mengatakan, penularan Covid-19 asal India ini memang berpotensi terjadi di wilayah manapun, termasuk di Sulsel sebab penyebarannya terjadi secara natural, karena adanya pergerakan penduduk.

Kendati demikian, menurut Ridwan, adanya kebijakan larangan mudik cukup menjadi angin segar untuk menekan potensi penularan virus tersebut. Oleh karena itu, pemerintah diminta tegas melakukan pengawasan dan pengetatan aturan terkait kebijakan yang diberlakukan.

"Saya melihat dengan adanya pelarangan mudik pergerakan secara massif pada periode 22 April hingga 17 Mei itu cukup efektif paling tidak untuk mengurangi mobilitas warga," jelasnya.

Dirinya menjelaskan, dengan kerjasama seluruh pihak mengawasi aktivitas mudik masyarakat diharapkan memberikan hasil yang maksimal. Paling tidak dengan mempertahankan kasus Covid-19 di Sulsel yang tetap terkendali.

"Kita akan lihat, memang masih butuh waktu untuk mengetahui apakah ini efektif atau tidak setelah penerapannya atau setelah lebaran. Tapi dengan mengurangi pergerakan penduduk pasti penularan akan terkendali," ungkap Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiolog Indonesia (PAEI) Sulsel ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyatakan penanganan Covid-19 selama periode mudo lebaran tahun ini telah menjadi instruksi langsung Presiden RI Joko Widodo. Olehnya, upaya yang akan dilakukan nantinya adalah dengan memperketat kembali penerapan 3M (mengenakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan).

Termasuk penyekatan wilayah aglomerasi (kota yang tidak masuk larangan mudik) seperti wilayah Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa (Gowa), Takalar) untuk mencegah terjadinya lonjakan penyebaran Covid-19.

"Pengetatan ini juga kita maksudkan sebagai langkah mewaspadai penularan Covid-19 varian baru yang berasal dari India," terang Sudirman. (k36)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makassar sulsel Covid-19
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top