Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Organda Minta Diskominfo Sulsel Blokir Aplikasi Transportasi Daring Ilegal

Sejumlah organisasi transportasi mengajukan permintaan kepada pemerintah provinsi Sulsel agar melakukan pemblokiran terhadap aplikasi transportasi yang dianggap ilegal.
Wahyu Susanto
Wahyu Susanto - Bisnis.com 29 Januari 2021  |  14:37 WIB
Kendaraan melintas di Jalan Tol Seksi Empat (JTSE) Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (26/2/2020). Bisnis - Paulus Tandi Bone
Kendaraan melintas di Jalan Tol Seksi Empat (JTSE) Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (26/2/2020). Bisnis - Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, MAKASSAR - Sejumlah organisasi transportasi mengajukan permintaan kepada pemerintah provinsi Sulsel agar melakukan pemblokiran terhadap aplikasi transportasi yang dianggap ilegal.

Mereka datang dari Koalisi Driver Online dan Aliansi Angkutan Konvensional  (Antaks) kota Makassar. Permintaan itu, ditujukan kepada Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo).

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Makassar, Zainal Abidin mengungkapkan munculnya transportasi online yang cukup murah harus diantisipasi lebih awal. Sebab hal itu bisa saja memunculkan gejolak.

"Tahun 2017 kami sudah damaikan Konvensional  dan online. Tapi harapkan kepada dinas perhubungan dengan Gubernur Sulsel, Aplikasi yang tidak memiliki syarat regulasi agar segera dibukukan," kata Zainal saat melakukan audience dengan Dinas Perhubungan dan Diskominfo Sulsel, Jumat (29/1/2021).

Sebenarnya, lanjut dia, aplikasi transportasi sah-sah saja masuk di Makassar. Akan tetapi, perusahaan aplikasi itu wajib mengikuti regulasi yang telah ditetapkan baik pemerintah kota Makassar, hingga Pemprov Sulsel.

Kordinator Antaks kota Makassar, Mujahidin menjelaskan transportasi online yang berasal dari Amerika itu sudah tersebar di 52 negara. Namun sampai saat ini belum memiliki kantor cabang di Indonesia.

"Dan sekarang, di Makassar saat ini sudah ada drivernya. Saat ini juga tidak ada izin dan tidak memiliki kantor. Sementara Diskominfo tidak melakukan pemblokiran terhadap aplikasi InDriver ini yang sampai saat ini tak memiliki izin dari pemerintah kota maupun Provinsi Sulsel," paparnya.

"Seharusnya pemerintah Diskominfo memblokir, karena ini menyangkut keamanan penumpang. Apalagi sudah  ada peraturan Gubernur. Jadi Aplikasi yang tidak memiliki izin harus diblokir."

Plt Kepala Seksi Pusat Data Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo), Sulsel, Faisal membenarkan pemblokiran aplikasi sejatinya harus melalui tahap. Yakni secara resmi aplikasi tersebut ada di tangan Kementerian.

"Dan provinsi tidak memiliki kewenangan. Kami di Kominfo tugas pokoknya hanya pada teknologi Informasi dan komunikasi. Masalah aplikasi ini (InDriver) tentu kami akan menyurat ke Kementerian," pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulsel
Editor : Amri Nur Rahmat
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top