Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lonjakan Harga Kedelai Mulai Berdampak Pada Produksi Tempe di Sultra

Salah satu pengrajin tempe dan tahu di Kota Baubau, Sutarno mengeluh karena bahan baku yang biasanya diperoleh dengan harga Rp7.500 per kilogram kini naik menjadi Rp9.500 per kilogram.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 Januari 2021  |  11:57 WIB
Pekerja melakukan proses pengolahan kedelai di salah satu pabrik di Jakarta, Selasa (13/3/2018). - JIBI/Nurul Hidayat
Pekerja melakukan proses pengolahan kedelai di salah satu pabrik di Jakarta, Selasa (13/3/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, MAKASSAR - Harga kedelai yang melonjak beberapa waktu belakangan ini mulai berdampak pada produksi tempe di Sulawesi Tenggara (Sultra). 

Salah satu pengrajin tempe dan tahu di Kota Baubau, Sutarno mengeluh karena bahan baku yang biasanya diperoleh dengan harga Rp7.500 per kilogram kini naik menjadi Rp9.500 per kilogram. 

Agar produksi tetap jalan, Sutarno pun mengakalinya dengan memperkecil ukuran tempenya, namun dengan harga tetap sama. 

“Sejak naiknya harga kedelai omset dan keuntungan usahanya pun menurun, biasanya mencapai Rp800 ribu per hari kini paling tinggi Rp400 ribu-Rp500 ribu per hari,” ujarnya seperti dikutip dari laman berita Antara, Kamis (7/1/2020).

Sutarno mengaku kenaikan harga kedelai menambah beban bisnisnya yang sebelumnya juga terdampak efek pandemi.

"Karena pandemi ya penjualan juga menurun, jumlah pekerja telah kita pangkas karena kita tidak mampu bayar upahnya," ujarnya.

Dia pun berharap agar harga kedelai kembali normal agar usahanya bisa terus dijalankan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sultra

Sumber : Antara

Editor : Amri Nur Rahmat
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top