Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Potensi Rumput Laut Bombana Baru Tergarap 35 Persen

Potensi budi daya rumput laut di Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara, belum dimanfaatkan secara maksimal. Menurut pemda setempat, budi daya rumput laut di daeah itu tergarap sekitar 35 persen.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 Desember 2020  |  17:21 WIB
Ilustrasi nelayan memindahkan rumput laut yang baru dipanen. - Bisnis.com
Ilustrasi nelayan memindahkan rumput laut yang baru dipanen. - Bisnis.com

Bisnis.com, KENDARI – Bupati Bombana, Sulawesi Tenggara, Tafdil, mengemukakan bahwa masih banyak potensi rumput laut di daerah itu yang belum dimaksimalkan,. Dia menyebut penggarapan potensi rumput lautb di daerah itu baru sekitar 35 persen.

Dia menjelaskan bahwa Bombana memiliki budi daya rumput laut yang tersebar di 15 kecamatan dari 17 wilayah kecamatan pesisir hingga kini baru dimanfaatkan masyarakat sekitar 35 persen atau 1.013 hektare dari potensi seluruhnya 3.076 hektare.

Tafdil mengatakan dengan keseriusan pemerintah dalam membantu para petani nelayan yang membudidayakan rumput laut, kini telah berdiri dan telah berproduksi pabrik rumput laut di Desa Laeya, Kecamatan Poleang Selatan.

"Keberadaan pabrik rumput laut yang dibangun pemerintah pusat dengan anggaran Rp16 miliar di tahun 2016 dan dana 'sharring' APBD Bombana Rp4 miliar kini sebagai salah satu pabrik pilot projek nasional di tanah air," kata Tafdil.

Dia menambahkan kemampuan produksi pabrik rumput laut itu bisa mencapai 20 hingga 25 ton per hari, namun suplay rumput laut yang dihasilkan nelayan Bombana hingga saat ini baru mencapai 10-15 ton per hari, sehingga kekurangan kebutuhan pabrik harus di datangkan dari luar daerah di Sultra.

Dinas Keluatan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tenggara menyebutkan potensi produksi perikanan budi daya rumput laut di daerah Sultra mencapai satu juta ton pertahun.

"Jumlah pastinya produksi budi daya rumput laut itu selama 2017 mencapai 1.004.008,32 ton," kata Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sultra, La Ode Kardini.

Dia mengutarakan jumlah tersebut mengalami peningkatan daripada tahun sebelumnya yang mencapai 912.734,84 ton. "Sekitar 80 persen dari hasil budi daya perikanan di Sultra merupakan budi daya rumput laut sehingga sektor ini sangat menjanjikan bagi nelayan.”

Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah pusat sudah tepat mendirikan pabrik rumput laut di Bombana yang berproduksi sejak 2019 lalu.

"Tentu dengan hadirnya pabrik rumput laut di Bombana, akan memberi nilai tambah bagi masyarakat Sultra, dan terkhusus nelayan Bombana yang berkecimpung dalam budidaya rumput laut," tuturnya.

Dia menambahkan dari 17 kabupaten kota di Sultra, hanya Kabupaten Kolaka Tmur yang tidak memiliki wilayah laut. Selebihnya memiliki garis pantai dan merupakan kawasan budi daya rumput laut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rumput laut sulawesi tenggara

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top