Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tak Ada Lagi Zona Hijau, Sulsel Diminta Perketat Protokol Kesehatan

Saat ini ada 80% kabupaten/kota di Sulsel dengan status zona oranye.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 30 Desember 2020  |  13:25 WIB
Ilustrasi - kemlu.go.id
Ilustrasi - kemlu.go.id

Bisnis.com, MAKASSAR - Berdasarkan peta zonasi risiko Covid-19 Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Indonesia tercatat tidak ada lagi kategori zona hijau di Sulawesi Selatan. Padahal, sebelumnya terdapat dua daerah dengan status zona hijau yakni Kota Palopo dan Kabupaten Tana Toraja.

Menanggapi hal itu, Epidemiolog Universitas Hasanuddin Prof Ridwan Amiruddin menyatakan saat ini ada 80% kabupaten/kota di Sulsel dengan status zona oranye. Fenomena ini kata Prof Ridwan mulai terjadi sejak tiga pekan terakhir.

"Kasus Covid-19 di Sulsel memang mengalami pertumbuhan yang signifikan. Bahkan satu pekan terakhir angka reproduksi efektif (Rt) naik sekitar 1,2 hingga 1,4. Hampir dua kali lipat dibandingkan sebelumnya," jelas Prof Ridwan, Selasa (29/12/2020).

Mencermati kondisi itu, pemerintah daerah baik kota maupun kabupaten diminta untuk lebih serius dalam upaya pengendalian kasus Covid-19. Menurut Prof Ridwan, peningkatan kasus yang terjadi signifikan membawa Sulsel bisa kembali pada zona darurat.

Karenanya, lanjut Ketua Tim Ahli Konsultan Satgas Covid-19 Sulsel ini juga menyampaikan pada seluruh kepala daerah termasuk Pemerintah Provinsi Sulsel untuk lebih memperketat disiplin protokol kesehatan. Termasuk konsisten dalam menjalankan regulasi mapun aturan yang telah dibuat.

"Semua pihak harus mengambil peran dan disiplin protokol kesehatan harus diperketat. Konsolidasi antar wilayah juga perlu dilakukan," terang Prof Ridwan.

Tak bisa dipungkiri, kenaikan kasus Covid-19 di Sulsel menurut Prof Ridwan tak lepas dari dilonggarkannya sejumlah aktivitas. Salah satunya, pelaksanaan Pilkada Serentak pada 9 Desember lalu.

Padahal, berdasarkan hasil evaluasi tim Satgas Covid-19 Sulsel, pada periode Agustus hingga September, kasus Covid-19 cenderung terkendali. Di sisi lain, pergantian musim menurut Prof Ridwan juga menjadi waktu yang cukup rawan untuk berkembangnya virus Corona.

"Apalagi saat ini sudah masuk musim hujan, rebtan bagi daya tahan tubuh yang menurun," ungkap Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiolog Indonesia (PAEI) Sulsel ini. (k36)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulsel
Editor : Amri Nur Rahmat

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top