Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bulog Sulselbar Tambah Pabrik Beras Modern di Luwu Utara

Terdapat 38.000 hektare luas lahan petani yang produktif menghasilkan beras di wilayah Luwu Utara.
Para petani memilah gabah hasil panen di desa Dawuan, Subang./ Antara - Arief Luqman Hakim
Para petani memilah gabah hasil panen di desa Dawuan, Subang./ Antara - Arief Luqman Hakim

Bisnis.com, MAKASSAR - Guna memaksimalkan serapan beras petani, Bulog Divre Sulselbar bakal menambah satu unit pabrik beras modern atau modern rice milling plant (MRMP) di Sulawesi Selatan. Rencananya, pembangunan pabrik beras tersebut akan dilakukan di Luwu Utara.

Kepala Bulog Divre Sulselbar Eko Pranoto menjelaskan pabrik beras dengan kapasitas 120 ton per hari itu akan dibangun di atas lahan seluas 4 hektare di Desa Cendana Putih, Kecamatan Mappideceng, Luwu Utara.

"Serapan beras petani di daerah tersebut cukup besar. Hanya saja, karena tidak ada pabrik besar dan modern, semua beras petani diserap ke Kabupaten Sidrap," ungkap Eko pada Bisnis, Rabu (18/11).

Eko menyebut, terdapat 38.000 hektare luas lahan petani yang produktif menghasilkan beras di wilayah Luwu Utara. Karenanya, untuk memaksimalkan penyerapan beras petani, pembangunan MRMP diharap mampu menjadi solusi.

Rencananya, proses pembangunan fisik akan dilakukan pada Januari 2021. Di mana saat ini, Bulog Sulselbar masih menunggu keputusan hasil lelang yang akan dilakukan oleh kantor pusat. Selanjutnya kata Eko, pihaknya akan memenuhi kelengkapan berkas yang diperlukan untuk proses pembangunan.

"Jadi ini sudah dilakukan hibah lahan dari Pemerintah Kabupaten Luwu Utara. Tinggal menunggu progres dari kantor pusat," jelas Eko.

Sebelumnya, rencana ini telah dibahas pihak Bulog Sulselbar bersama Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Dalam pertemuannya, Nurdin mengatakan pabrik beras yang akan dibangun merupakan pabrik beras terbaik dan pertama di wilayah Luwu Utara.

"Kita sudah siapkan anggaran Rp85 miliar. Intinya ini untuk mendorong kemajuan sektor pertanian kita. Apalagi Sulsel sebagai lumbung pangan," ungkap Nurdin. (k36)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper