Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penerbangan Berangsur Normal, Konsumsi Avtur di Sulawesi Terkerek

Aktivitas penerbangan yang berangsur normal turut mengerek konsumsi avtur di wilayah Sulawesi hingga lebih dari dua kali lipat.
Sitti Hamdana R
Sitti Hamdana R - Bisnis.com 14 Oktober 2020  |  14:26 WIB
Sejumlah pengemudi kendaraan mengisi BBM di salah satu SPBU yang dikelola Pertamina MOR II Sumbagsel. istimewa
Sejumlah pengemudi kendaraan mengisi BBM di salah satu SPBU yang dikelola Pertamina MOR II Sumbagsel. istimewa

Bisnis.com, MAKASSAR - Aktivitas penerbangan yang berangsur normal turut mengerek konsumsi avtur di wilayah Sulawesi hingga lebih dari dua kali lipat.

Pada awal pandemi Covid 19 yaitu periode April hingga Mei 2020, konsumsi avtur hanya di kisaran 7.000 kilo liter. Memasuki triwulan tiga saat dimulainya era kebiasaan baru, penggunaan avtur tercatat 16.000 kilo liter.

Unit Manager Comm, Rel & CSR MOR VII, Laode Syarifuddin Mursali, menyebutkan bahwa kenaikan terbesar terjadi di DPPU Bubung Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah. Rata-rata konsumsi Avtur naik sebesar 305%, dari yang awalnya 42,4 KL di TW II menjadi 171,5 KL di TW III. Kenaikan tersebut disusul DPPU Jalaluddin Gorontalo yang mencatat kenaikan sebesar  311%, yaitu dari 74 KL di TW II menjadi 230,4 KL di TW III.

Peningkatan rata-rata konsumsi Avtur terbesar selanjutnya terjadi di DPPU Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara yang mencatat kenaikan sebesar 271%, yaitu dari 222,5 KL di TW II menjadi 602,4 KL di TW III.

Rata-rata konsumsi Avtur di DPPU Sam Ratulangi Sulawesi Utara mengalami kenaikan sebesar 255% yaitu dari 690,6 KL menjadi 1.762,9 KL. Sedangkan DPPU Hasanuddin Sulawesi Selatan, konsumsi Avturnya mengalami peningkatan sebesar 202%, mulai dari 6.812,2 KL menjadi 13.793,3 KL. Konsumsi Avtur DPPU Tampa Padang Sulawesi Barat juga mengalami peningkatan sebesar 170%, yaitu 15,7 KL menjadi 26,7 KL.

Dengan peningkatan konsumsi Avtur ini, lanjut Laode, Pertamina juga akan terus meningkatkan layanan dan pasokan untuk menghadapi kenaikan yang mungkin terjadi hingga akhir tahun ini.

"Pertamina terus melakukan monitoring kondisi lapangan dan tetap mengutamakan keselamatan kerja serta mematuhi protokol Covid-19," tutup Laode.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina
Editor : Amri Nur Rahmat
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top