Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Upaya Sulsel Jaga Produktivitas Pertanian di Tengah Pandemi

Sulsel masih menempati posisi keempat selaku provinsi yang memiliki produktivitas tanaman padi yang tinggi setelah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 Oktober 2020  |  09:15 WIB
Petani padi melakukan pemupukan di lahan sawahnya dengan pupuk urea bersubsidi. istimewa
Petani padi melakukan pemupukan di lahan sawahnya dengan pupuk urea bersubsidi. istimewa

Bisnis.com, MAKASSAR - Sulawesi Selatan terus menjaga produktivitas pertanian khususnya tanaman padi dengan melakukan inovasi, baik dengan mekanisasi, intensifikasi, dan ekstensifikasi di tengah kondisi pandemic Covid-19.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Sulsel Andi Ardin Tjatjo, mengatakan bahwa hal tersebut untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terjamin.

“Dengan produktivitas padi yang melimpah, Sulsel juga menjadi penyokong kebutuhan pangan nasional sehingga kita bisa mempertahankan status sebagai daerah lumbung pangan di Indonesia,” ujar Andi Ardin dikutip Antara, Rabu (14/10/2020).

Menurut Andi Ardin, Sulsel masih menempati posisi keempat selaku provinsi yang memiliki produktivitas tanaman padi yang tinggi setelah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat.

Adapun produksi padi di Sulsel rata-rata 5 juta ton lebih Gabah Kering giling (GKG) atau setara dengan beras 2,8 juta ton lebih.

Dari jumlah tersebut, lanjut Ardin, sekitar 1,2 juta ton diantaranya adalah surplus dan menjadi beras mobilitas nasional (Mobnas) yang sewaktu-waktu digunakan pada saat ada bencana atau daerah lain kekurangan pangan.

Sementara berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Sulsel diketahui, pada periode Januari - Juli 2020 produksi padi di Sulsel sebanyak 2,7 juta ton lebih KGK atau 1,7 juta ton beras.

Sementara kebutuhan konsumsi beras masyarakat Sulsel 37,5 kg per kapita per tahun, sehingga terjadi surplus sekitar 1,2 juta ton lebih per tahun.

Terkait dengan peringatan Hari Pangan Dunia, diakui penting untuk mengevaluasi kembali sektor ketahanan pangan guna mengambil langkah-langkah strategis meningkatkan produksi tanaman pangan, termasuk pendukungnya, sehingga ketersediaan pangan pada masa pandemi Covid-19 ini tetap terjaga dan harga sembakodapat stabil.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulsel

Sumber : Antara

Editor : Amri Nur Rahmat
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top