Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pilwalkot Makassar : Duel Lanjutan Ramdhan Pomanto-Munafri Arifuddin

Lantaran tidak menghasilkan pemenang, pemilihan diulang lagi pada penyelenggaraan Pilkada 2020. Kali ini, bukan satu kontestan melainkan empat pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang telah mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar.
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 23 September 2020  |  11:39 WIB
Data APBD dan Pemilih di Kota Makassar
Data APBD dan Pemilih di Kota Makassar

Bisnis.com, JAKARTA — Jika memakai istilah dunia film, Pemilihan Wali Kota Makassar 2020 ibarat sequel dari kontestasi 2 tahun silam.

Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2018 memang hanya diikuti oleh satu pasangan calon yakni Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi Yustitia Iqba.

Meski demikian, kemenangan kotak kosong dianggap sebagai dukungan rakyat kepada Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti Ilham, kontestan yang didiskualifikasi di tengah jalan.

Dalam pemungutan suara, Munafri-Rachmatika hanya meraup 264.245 suara sah, sedangkan kotak kosong dicoblos oleh 300.795 pemilih Makassar. Kekalahan dari kotak kosong berujung sengketa hasil di Mahkamah Konstitusi, tetapi tidak memenuhi syarat formil permohonan.

Lantaran tidak menghasilkan pemenang, pemilihan diulang lagi pada penyelenggaraan Pilkada 2020. Kali ini, bukan satu kontestan melainkan empat pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang telah mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar.

Munafri kembali berlaga dengan menggandeng mantan Kepala Dinas Pendidikan Makassar Rahman Bando. Jika 2 tahun silam seluruh partai politik mengusungnya, kali ini bos PSM Makassar tersebut hanya diusulkan oleh Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Persatuan Indonesia.

Sementara itu, Pomanto tidak perlu repot-repot mengumpulkan KTP seperti pada 2018 untuk dapat maju dari jalur perseorangan. Kali ini, Wali Kota Makassar periode 2014—2019 tersebut diusung oleh Partai Nasdem dan Partai Gerindra. Gandengannya adalah bekas Anggota DPR Fatmawati Rusdi.

Kompetisi semakin ketat ketika bekas wakil Pomanto, Syamsu Rizal, ikut mencalonkan diri. Tandemnya adalah politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Fadli Ananda. PDIP bersama Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Hanura turut mengusung.

Membludaknya partai politik di DPRD Makassar memungkinkan terciptanya kontestan keempat. Partai Golkar bersama dengan Partai Amanat Nasional dan Partai Keadilan Sejahtera mengajukan bekas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Irman Yasin Limpo.

Adik Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo itu diduetkan dengan kader muda Golkar Andi Muhammad Zunnun Armin Nurdin Halid. Zunnun adalah putra Wakil Ketua Umum DPP Golkar Nurdin Halid.

Apakah suara kotak kosong pada 2018 benar-benar menghendaki periode kedua Pomanto? Apakah Munafri bisa menebus kekalahan itu seiring dengan prestasi PSM di kancah sepak bola nasional?

Mungkinkah politik dinasti keluarga Yasin Limpo dan Nurdin Halid disambut oleh warga Makassar? Atau jangan-jangan Syamsu Rizal bisa memberikan kejutan?

Pertanyaan-pertanyaan itu hanya bisa terjawab sesudah pencoblosan. Seperti 2018, keinginan publik Makassar tidak gampang diprediksi.

Di antara 37 kota penyelenggara Pilkada 2020, Makassar terbanyak keempat populasinya dengan 1,66 juta penduduk. Sebanyak 899.000 warga Ibu Kota Sulsel itu diestimasi KPU memiliki hak pilih pada 9 Desember.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makassar pilwalkot makassar Pilkada Serentak
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top