Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kinerja Ekspor Isyaratkan Percepatan Pemulihan Ekonomi Sulsel

Ekspor Sulsel pada Juni 2020 sebesar US$93,15 juta atau meningkat sebesar 1,66 persen dibandingkan bulan sebelumnya yakni sebesar US$91,63 juta.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 05 Agustus 2020  |  06:29 WIB
Kapal kargo bersandar di dermaga Pelabuhan Makassar New Port (MNP), Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (25/3/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone
Kapal kargo bersandar di dermaga Pelabuhan Makassar New Port (MNP), Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (25/3/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, MAKASSAR - Kinerja ekspor Sulsel pada Juni 2020 mulai bergerak naik. Meski tipis, namun peningkatan tersebut dinilai bisa membangkitkan kembali aktivitas perekonomian di tengah pandemi Covid-19.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel mencatat nilai ekspor Sulsel pada Juni 2020 sebesar US$93,15 juta atau meningkat sebesar 1,66 persen dibandingkan bulan sebelumnya yakni sebesar US$91,63 juta. Peningkatan itu dipicu oleh ekspor sejumlah komoditas yang juga mengalami peningkatan.

Kepala BPS Sulsel Yos Rusdiansyah merincikan kelima komoditas tersebut di antaranya, nikel dengan distribusi sebesar 65,02 persen, garam, belerang, dan kapur sebesar 8,31 persen, biji-bijian berminyak dan tanaman obat sebesar 7,37 persen, ikan, udang dan hewan air sebesar 4,12 persen, serta lak, getah, dan damar sebesar 3,85 persen.

"Secara tahunan ekspor Sulsel memang mengalami kontraksi. Peningkatannya masih berada di bawah angka tahun sebelumnya. Tapi kita mencatat Surplus sebesar US$126,12 juta," ungkap Yos, Selasa (4/8/2020).

Namun, seiring dengan pembukaan akses di sejumlah negara dan meningkatnya aktivitas ekonomi di berbagai negara, nilai ekspor Sulsel bisa lebih membaik dibandingkan capaian pada Juli. Terlebih saat ini sudah memasuki era normal baru.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menyatakan, peningkatan nilai ekspor Sulsel di masa pandemi Covid-19 ini menjadi pemantik untuk aktivitas perekonomian di Sulsel agar bisa bangkit kembali. Meski sempat terkoreksi, namun Nurdin meyakini, dengan memacu produktivitas dari komoditas andalan ekspor Sulsel akan menguat.

"Ini jadi kabar gembira bagi kita. Artinya, aktivitas perekonomian mulai menggeliat. Tinggal kita dorong lagi sektor lainnya," jelas Nurdin.

Misalnya saja dari komoditas di sektor pertanian. Nurdin menyampaikan, sebagai daerah penyangga pangan, Sulsel dinilai masih surplus untuk ketersediaan bahan pangan. Bahkan, Sulsel selalu siap memenuhi kebutuhan pangan nasional dan memasok ke sejumlah daerah. (k36)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulsel
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top