Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sulsel Adopsi Strategi Baru Menangani Covid-19

Kebijakan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang memisahkan antara pasien terjangkit dengan pasien sembuh melalui isolasi ketat juga dinilainya cukup efektif.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Juli 2020  |  20:21 WIB
Petugas gabungan menyemprotkan cairan disinfektan di area publik di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (20/6/2020). Pemerintah Kota Makassar mengerahkan sebanyak tiga ribu personel gabungan untuk melakukan penyemprotan cairan disinfektan secara massal di sejumlah area publik dalam rangka peningkatan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di daerah itu. ANTARA FOTO - Arnas Padda
Petugas gabungan menyemprotkan cairan disinfektan di area publik di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (20/6/2020). Pemerintah Kota Makassar mengerahkan sebanyak tiga ribu personel gabungan untuk melakukan penyemprotan cairan disinfektan secara massal di sejumlah area publik dalam rangka peningkatan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di daerah itu. ANTARA FOTO - Arnas Padda

Bisnis.com, MAKASSAR - Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto mengatakan angka kasus paparan positif COVID-19 di Sulawesi Selatan tinggi karena alat polymerase chain reaction (PCR) sudah bertambah dan bekerja maksimal.

"Memang alat PCR-nya itu sudah bertambah sehingga jumlah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) juga bertambah namun justru strategi ini bagus," ujar Jenderal TNI Hadi Tjahjanto di Makassar, Jumat (10/7/2020).

Berdasarkan laporan yang diterimanya dari Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah tingkat paparan positif Covid-19 cukup tinggi, tetapi angka kesembuhan juga tinggi.

Ia mengatakan, kebijakan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang memisahkan antara pasien terjangkit dengan pasien sembuh melalui isolasi ketat juga dinilainya cukup efektif.

Jenderal TNI Hadi Tjahjanto menerangkan, mengisolasi pasien dalam pengawasan (PDP) secara ketat justru mampu menekan penularan yang lebih luas lagi.

"Kita bisa memisahkan antara yang terjangkit dengan yang sembuh, sehingga yang PDP khusus kita isolasi secara ketat. Yang sembuh kita lindungi untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dan yang masih menderita kita rawat dengan baik," katanya.

Panglima TNI didampingi Kapolri Jenderal Idham Azis yang tiba di Makassar langsung melakukan serangkaian kegiatan dalam mendukung pemerintah untuk penanganan Covid-19.

Di Posko Gugus Tugas Covid-19 Sulsel di Balai Jenderal M Jusuf dirinya juga melakukan rapat terbatas dengan para wali kota, bupati, Dandim dan Kapolres melalui video konferensi.

"Insyaallah dengan kerja keras dari Tim Gugus Tugas di bawah pimpinan Gubernur Sulsel, akan segera terhindar dari pandemi Covid-19. Sehingga, masyarakat bisa terus bekerja dan aman dari Covid-19," ucapnya.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat terdapat 6.620 kasus di Sulsel. Sebanyak 2.476 orang sembuh dan 209 orang meninggal per Jumat (10/7/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulsel makassar

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top