Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tekanan Lapangan Kerja Menurunkan Optimisme Masyarakat Sulsel

Masyarakat mulai meyakini bahwa kondisi penghasilan enam bulan ke depan akan lebih baik. Hal itu, ditunjukkan oleh indeks ekspektasi penghasilan.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 06 Juli 2020  |  16:24 WIB
Lanskap Makassar. - PT Margautama Nusantara
Lanskap Makassar. - PT Margautama Nusantara

Bisnis.com, MAKASSAR - Optimisme masyarakat Sulsel terhadap perekonomian daerah melemah pada Juni 2020. Berdasarkan survei Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sulawesi Selatan, persepsi itu dipengaruhi berkurangnya lapangan kerja akibat pandemi Covid-19 yang mewabah sejak Maret lalu.

Tercatat, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juni 2020 sebesar 71,3 atau lebih rendah dibandingkan IKK Mei 2020 sebesar 72,4. Kepala Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Sulsel Endang Kurnia Saputra menerangkan indeks ketersediaan lapangan kerja pada Juni 2020 mencapai 20,5

"Ini masih jauh di bawah batas indeks optimis (100), meski sudah lebih baik dibandingkan indeks bulan Mei 2020 yang sebesar 13,0. Namun, kondisi penghasilan saat ini turut menahan optimisme konsumen," jelas Endang, Senin (6/7/2020).

Dilihat dari indeks penghasilan konsumen saat ini sebesar 33,5 menunjukkan masih di bawah batas optimistis meski sudah lebih baik dibandingkan indeks bulan sebelumnya yakni sebesar 27,5.

Kondisi serupa juga terlihat dari sisi pengeluaran, yang mana konsumsi barang kebutuhan tahan lama masyarakat juga berada di bawah batas optimistis dengan indeks 64 atau lebih rendah dibandingkan indeks pada Mei 2020 sebesar 71.

Kendati demikian, kata Endang, masyarakat mulai meyakini bahwa kondisi penghasilan enam bulan ke depan akan lebih baik. Hal itu, ditunjukkan oleh indeks ekspektasi penghasilan yang mencapai 118,5; di atas batas optimis (100) atau lebih tinggi dibandingkan indeks bulan Mei 2020 sebesar 116,0.

"Pandangan positif tersebut terbentuk seiring dengan keyakinan bahwa penghasilan pribadi masyarakat akan kembali normal," kata nya.

Namun, di sisi lain masyarakat masih belum terlalu optimistis terhadap perbaikan ketersediaan lapangan kerja maupun kegiatan usaha secara umum dalam enam bulan bulan ke depan. Indeks ekspektasi ketersediaan lapangan kerja dan indeks ekspektasi kegiatan usaha masing-masing sebesar 98,5 dan 93,0 atau di bawah batas optimis (100).

Endang menjelaskan untuk mengembalikan optimisme masyarakat terhadap pemulihan perekonomian, diperlukan dukungan konsistensi kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19.

"Termasuk dalam upaya peningkatan pemahaman juga kedisiplinan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan di setiap aktivitas keseharian," ungkap Endang.

Sementara itu untuk membuka kembali ketersediaan lapangan kerja, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Sulsel terus berupaya membangun komunikasi dan koordinasi dengan para pengusaha agar segera menyiapkan skema pembukaan lapangan kerja baru.

Kepala Disnakertrans Sulsel Darmawan Bintang mengatakan masukan dari pemerintah cukup diterima dengan baik oleh mayoritas pengusaha sehingga pemutusan hubungan kerja secara besar-besaran dapat diminimalisir.

“Intinya, kami memberikan opsi-opsi masukan mengenai skema kerja agar para tenaga kerja ini bisa tetap dipertahankan, antara lain dengan pengurangan gaji secara merata selama masa pandemi, bukan dengan pemangkasan pada tenaga kerjanya,” kata Darmawan.

Ia mengakui, pihaknya tak bisa mengontrol semua industri-industri yang menampung tenaga kerja. Namun sejauh ini, dengan masukan-masukan yang diberikan, cukup efektif dalam menekan angka pemutusan hubungan kerja di Sulsel. (k36)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulsel
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top