Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Banjir Landa Bantaeng, 4 Orang Hilang  

Banjir terjadi karena dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi sejak pukul 15.00 Wita di daerah hulu yang berada di pegunungan.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 13 Juni 2020  |  12:55 WIB
Banjir di Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan, sejak Jumat (12/6/2020). - Dok.BNPB
Banjir di Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan, sejak Jumat (12/6/2020). - Dok.BNPB

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan 4 orang dilaporkan hilang hilang akibat bencana banjir yang menimpa Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan, sejak Jumat (12/6/2020) kemarin.

“Banjir terjadi karena dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi sejak pukul 15.00 Wita di daerah hulu yang berada di pegunungan,” kata Jati melalui keterangan tertulis yang diterima Bisnis, Jakarta, Sabtu (13/6/2020).

Jati menerangkan curah hujan tinggi tersebut juga membuat debit air Sungai Calendu meluap dan Cekdam Balang Sikuyu jebol di sisi kanan.

Akibatnya, menurut dia, sejumlah wilayah dan permukiman warga serta fasilitas umum lainnya terendam banjir.

Menurut laporan yang diperbarui BPBD Kabupaten Bantaeng, banjir dengan tinggi muka air (TMA) 20-150 sentimeter itu menggenangi 2 kecamatan dan 5 kelurahan.

Adapun rinciannya adalah Kelurahan Bontosungguh, Kelurahan Bontowatu dan Kelurahan Bontorita di Kecamatan Bissappu. Kemudian, Kelurahan Palantikang dan Kelurahan Tapanjeng di Kecamatan Bantaeng.

BPBD Kabupaten Bantaeng telah berkoordinasi bersama Basarnas, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Kodim, TNI/Polri dan dinas terkait untuk pemberian bantuan logistik serta obat-obatan.

“Dapur umum telah didirikan di dua lokasi yakni, di Kecamatan Bantaeng dan Kecamatan Bissappu,” tuturnya.

Dia mengatakan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jeneponto telah melakukan asesmen dan kaji cepat terhadap segala kerusakan dari dampak bencana banjir dan longsor.

Selain itu, dia juga mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Basarnas Makassar untuk melakukan pencarian korban.

“Tim juga melakukan pembukaan akses jalan yang tertimbun longsor dengan Dinas Pekerjaan Umum menggunakan alat berat,” kata dia.

Sementara itu, dia mengatakan, kebutuhan mendesak yang diperlukan adalah terpal, selimut, tenda, logistik dan makanan serta alat berat lainnya.

Hingga berita ini dinaikkan, banjir di Bantaeng sudah berangsur-angsur surut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir sulawesi selatan
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top