Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Gula di Makassar Melampaui HET

Gula pasir di sejumlah pasar tradisional Makassar masih dijual Rp17 ribu hingga Rp18 ribu per kg
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  13:53 WIB
Pekerja menyiapkan gula pasir untuk disalurkan ke operasi pasar dan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Gudang Perum Bulog Sub-Divisi Regional Tangerang, Kota Tangerang, Banten, Jumat (3/4 - 2020). ANTARA
Pekerja menyiapkan gula pasir untuk disalurkan ke operasi pasar dan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Gudang Perum Bulog Sub-Divisi Regional Tangerang, Kota Tangerang, Banten, Jumat (3/4 - 2020). ANTARA

Bisnis.com, MAKASSAR - Gula pasir di sejumlah pasar tradisional Makassar masih dijual Rp17 ribu hingga Rp18 ribu per kg atau di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah yaitu senilai Rp12.500 per kg.

Salah satu pedagang di Pasar Pannampu Makassar H. Nursalam mengatakan bahwa dirinya menjual dengan harga tinggi karena menyesuaikan harga beli dari distributor yaitu senilai Rp380 ribu hingga Rp400 ribu per 25 kg.

“Agar tidak rugi, kita harus jual harga segitu [Rp17 ribu-Rp18 ribu], karena kami juga beli dari penyuplai dengan harga tinggi,” ujar H. Nursalam, Senin (18/5/2020).

Menurut H. Nursalam, harga gula memang belum pernah turun sejak kenaikannya pada awal-awal pandemi Covid-19 di Indonesia.

Menanggapi masih tingginya harga gula pasir di pasaran, Plt Kadis Perindag Sulsel H. Indra Jaya Saputra mengatakan akan menyelidiki penyebab merangkaknya harga komoditi tersebut.

Dia menjelaskan, pihaknya juga telah meminta PT. Makassar Tene sebagai produsen gula di Sulawesi Selatan untuk menyeimbangkan permintaan dan pasokan ke pasaran.

“Kita akan turun meninjau ke lapangan bersama Satgas Pangan dan mencari pokok masalahnya,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gula makassar sulsel
Editor : Amri Nur Rahmat
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top