Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pertamina Pastikan Pasokan LPG di Sulawesi Aman Jelang Idulfitri 1441 H

PT. Pertamina memastikan tak akan ada kekurangan pasokan dan kendala distribusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) di seluruh wilayah Sulawesi jelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H.
Sitti Hamdana R
Sitti Hamdana R - Bisnis.com 18 Mei 2020  |  15:51 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, MAKASSAR - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII telah melakukan peningkatan kehandalan distribusi dan pengamanan stok untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi LPG jelang lebaran.

Sehingga dengan langkah tersebut PT. Pertamina memastikan tak akan ada kekurangan pasokan dan kendala distribusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) di seluruh wilayah Sulawesi jelang Hari Raya Idulfitri 1441 H.

Ketahanan stok LPG untuk wilayah Sulawesi saat ini lebih dari 12 hari. Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Hatim Ilwan, mengatakan bahwa secara garis besar konsumsi LPG di Sulawesi meningkat 0,93%.

Perhitungan peningkatan konsumsi LPG ini diambil dari rerata penyaluran normal yaitu sepanjang bulan Januari hingga Februari 2020 dibandingkan dengan rerata penyaluran saat masa satgas Covid-19 di bulan April hingga Mei 2020.

“Kami juga memprediksi bahwa akan ada kenaikan konsumsi jelang lebaran ini sesuai dengan tren tahunan,” ujar Hatim dalam keterangannya kepada Bisnis, Senin (18/5/2020).

Jelas Hatim, seminggu jelang lebaran, rerata konsumsi LPG all product baik PSO maupun non-PSO di Sulawesi Selatan masih tercatat yang paling tinggi dengan angkanya mencapai 876,66 Metric Ton (MT)/hari.

Konsumsi tertinggi berikutnya dipegang Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah dengan rerata konsumsi LPG masing-masing adalah sebesar 249,76 MT/hari serta  187,88 MT/hari.

Selanjutnya disusul Sulawesi Tenggara yang pada periode yang sama rerata konsumsi LPG adalah sebesar 165,20 MT/hari. Sementara rerata konsumsi LPG untuk Gorontalo dan Sulawesi Barat masing-masing adalah sebesar 107,86 MT/hari serta 95,37 MT/hari.

Pada periode tersebut, Pertamina MOR VII mencatat kenaikan konsumsi LPG Public Service Obligation (PSO) ukuran 3kg dari 1.511,60 Metric Ton (MT)/hari atau setara 503.866 tabung/hari menjadi 1.541,24 MT/hari atau setara 513.746 tabung/hari. "Dengan kata lain, terjadi peningkatan sebesar 29,64 MT/hari setara 9.880 tabung/hari atau sebesar 1,96% dari penyaluran normal," ujar Hatim.

Sedangkan untuk produk LPG Non-PSO, di mana Elpiji 12kg, Bright Gas 5,5kg dan 12kg mengalami penurunan jumlah konsumsi dari 123,48 MT/hari menjadi 122,04 MT/hari atau menurun 1,17% dibandingkan dengan penyaluran normal.

Kenaikan konsumsi LPG PSO ini, lanjut Hatim, tak lepas dari himbauan pemerintah kepada masyarakat untuk lebih banyak tinggal di rumah sehingga aktivitas memasak di rumah semakin meningkat. Sedangkan untuk LPG Non-PSO, produk yang mengalami penurunan terbesar adalah Elpiji 12kg yaitu sebesar 36,22% yang salah satunya dipengaruhi oleh penerapan Single Brand Produk Bright Gas 12kg," jelasnya.

Produk LPG yang juga mengalami penurunan jumlah konsumsi adalah produk LPG untuk sektor non-rumah tangga yang biasanya diserap oleh industri rumah makan, cafe, serta hotel.

Tercatat konsumsi rata-rata harian masa Covid-19 hingga bulan Mei 2020 turun 39,49% atau yang semula 32,15 MT/hari menjadi 19,46 MT/hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina sulawesi
Editor : Amri Nur Rahmat
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top