Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sulsel Siapkan Langkah Pemulihan untuk Sektor Pariwisata

Kunjungan wisman Sulsel menurun sebesar 43,96 persen.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 12 Mei 2020  |  18:30 WIB
Wisatawan naik perahu melintasi sungai Pute, di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (22/6). Sungai Pute dengan gugusan bukit-bukit kars menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Bisnis - Paulus Tandi Bone
Wisatawan naik perahu melintasi sungai Pute, di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (22/6). Sungai Pute dengan gugusan bukit-bukit kars menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Bisnis - Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, MAKASSAR - Industri pariwisata Sulsel tampaknya perlu bekerja keras untuk menggenjot kunjungan wisatawan mancanegara pada 2020. Pada Maret 2020, jumlah wisman yang berkunjung ke Sulawesi Selatan tercatat sebanyak 1.029 kunjungan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel mencatat angka tersebut menurun sebesar 14,96 persen jika dibandingkan dengan bulan Februari 2020 dengan jumlah 1.210 kunjungan. Sementara jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019 lalu, kunjungan wisman Sulsel menurun sebesar 43,96 persen dengan jumlah 1.825 kunjungan.

Kepala BPS Sulsel, Yos Rusdiansyah menyatakan kondisi ini diakibatkan mulai adanya pembatasan di berbagai negara terdampak pandemi virus Corona atau Covid-19. Termasuk sejumlah negara yang selama ini mendominasi jumlah kunjungan ke Sulsel.

"Dalam situasi seperti ini, memang agak mengkhawatirkan bahwa kunjungan wisman akan semakin mengalami penurunan. Hal itu mungkin akan semakin terlihat pada posisi April. Bisa jadi akan semakin kecil dari data yang ada saat ini," jelas Yos, Selasa (12/5/2020).

Secara akumulasi kunjungan wisman sejak Januari hingga Maret 2020 yaitu 3.572 kunjungan. Menurun cukup drastis dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019 lalu dengan jumlah kunjungan wisman sebanyak 4.155 kunjungan.

Sejauh ini terdapat lima negara dengan jumlahnkijungan terbanyak yang masuk ke Sulsel, di antaranya Malaysia, Australia, Singapura, Amerika Serikat, dan Jerman. Kelima negara itu, juga tercatat sebagai negara terdampak Covid-19. Adanya sejumlah pembatasan bahkan lockdown, tentu akan memengaruhi pergerakan wisatawan dari negara tersebut untuk berkunjung ke Sulsel.

"Kita ketahui ada sekitar 23 negara yang terdampak Covid-19 ini. Kita berharap pandemi ini segera berlalu sehingga kegiatan ekonomi sosial bisa kembali berjalan normal seperti sebelumnya," ungkap Yos.

Melihat hal itu, pemerintah tentu harus segera mengambil langkah taktis. Meski belum bisa diprediksi kapan pandemi ini berakhir, namun sejumlah langkah pemulihan mesti disiapkan. Meski tak banyak yang bisa dilakukan selama masa tanggap darurat Covid-19 ini, namun Dinas Pariwisata Sulsel mulai menyusun sejumlah langkah pemulihan.

Kepala Dinas Pariwisata Sulsel, Denny Irawan mengemukakan pihaknya telah mempertemukan seluruh stakeholder industri pariwisata. Pada rapat virtual yang digelar beberapa waktu lalu, Denny mengumpulkan seluruh masukan dan solusi yang akan dilakukan selama masa pemulihan nanti.

"Khusus untuk tahapan pemulihan atau recovery, Disbudpar Sulsel akan mengakomodir program virtual travel fair yang akan mengakomodasi juga produk-produk promo perhotelan hingga produk ekonomi kreatif lainnya," ungkap Denny.

Selain itu, lanjutnya lagi pihaknya juga telah bersinergi dengan stakeholder dengan membuka call centre Sulsel Peduli Parekraf Recovery melalui email sulselparekraf@gmail.com dan nomor whatsapp di 085 824 423 533. Ia mengatakan, seluruh usulan telah dicatat untuk kemudian diusulkan ke Bappeda dan DPRD Sulsel dalam waktu dekat.

Di sisi lain, Dinas Pariwisata Sulsel tampaknya akan melakukan revisi terkait jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulsel pada 2020 ini. Meski belum bisa menyebutkan target revisi, namun beberapa event yang disiapkan tahun ini dipastikan tertunda.

"Tahun ini kita mematok target 8 juta kunjungan wisatawan dengan rincian masing-masing 325 ribu kunjungan wisman dan 7,7 juta kunjungan wisatawan nusantara (wisnus)," urai Denny. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulsel
Editor : Amri Nur Rahmat
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top