Sulsel Revisi Target Investasi Tahun Ini

Tercatat pada 2019 lalu realisasi investasi Sulsel yakni sebesar Rp10,2 triliun atau 78,41 persen dari target sebesar Rp13,02 triliun.
Aktifitas bongkar muat di terminal petikemas Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan./Bisnis-Paulus Tandi Bone
Aktifitas bongkar muat di terminal petikemas Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan./Bisnis-Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, MAKASSAR — Realisasi invetasi yang tak memenuhi target pada 2019 lalu membuat Pemerintah Provinsi Sulsel merevisi target investasi tahun ini. Tercatat pada 2019 lalu realisasi investasi Sulsel yakni sebesar Rp10,2 triliun atau 78,41 persen dari target sebesar Rp13,02 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) AM Yamin menerangkan bakal ada revisi target investasi 2020 sesuai permintaan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

"Revisi target dari BKPM ini dilakukan di seluruh Indonesia. Makanya kami akan lakukan hitungan kembali terkait dengan rencana sebelumnya," kata Yamin, Jumat (14/2/2020).

Target investasi tahun ini diprediksi akan lebih rendah dari target sebelumnya. Meski masih enggan menyebut angka, namun Yamin memastikan akan berdasarkan keputusan dan pertimbangan bersama.

Sementara itu terkait penurunan investasi yang terjadi, Yamin menyebutkan selain masalah target yang cukup tinggi, sejumlah perusahaan tidak banyak menunjukkan akselerasinya pada tahun lalu. Rerata perusahaan hanya melakukan kegiatan rutin tanpa berekspansi.

"Ke depan kita akan lebih terbuka lagi, dan kami minta kepala daerah lebih mencermati permasalahan tentang investasi ini. Kita akan merumuskan bersama sejumlah langkah-langkah yang akan diambil," terang Yamin.

Adapun upaya yang dilakukan untuk memudahkan aliran investasi masuk ke Sulsel, yakni mennggenjot promosi di sejumlah sektor. Apalagi Sulsel telah berkomitmen untuk memangkas aturan-aturan yang menyulitkan investor untuk berinvestasi.

"Kita juga mendorong hadirnya Ranperda, itu sudah diajukan ke DPRD dan akan maju dalam program legislasi daerah," tutur Yamin.(K36)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler