BPR di Sulut Didorong Tingkatkan Permodalan dan Daya Saing

Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara mendorong agar bank prekreditan rakyat di Bumi Nyiur Melambai untuk terus meningkatkan kinerja serta daya saing.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  11:56 WIB

Bisnis.com, MANADO - Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara mendorong agar bank prekreditan rakyat di Bumi Nyiur Melambai (julukan Sulawesi Utara) untuk terus meningkatkan kinerja serta daya saing.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara (Sulutgomalut) Slamet Wibowo mengatakan terus mendorong bank perkreditan rakyat (BPR) untuk terus memperkuat kelembagaan. Salah satunya terkait kelengkapan pengurus.

Selain itu, Slamet meminta BPR agar memperkuat permodalan. Menurutnya, permodalan yang dimiliki minimal harus senilai Rp3 miliar.

“Untuk yang sudah Rp3 miliar minimal harus Rp6 miliar,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (10/2/2020).

Untuk meningkatkan daya saing, dia menyebut BPR dapat memperkuat sinergi di dalam wadah Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo). Selanjutnya, perseroan menurutnya dapat menggandeng perbankan umum serta industri keuangan lainnya seperti lembaga penjaminan, asuransi, dan teknologi finansial.

“Baik terkait dengan pembiayaan, sumber dana, pengembangan layanan, branding, maupun teknologi informasi,” jelasnya.

Berdasarkan data OJK Provinsi Sulutgomalut, total penyaluran kredit oleh perbankan di Sulawesi Utara (Sulut) mencapai Rp39,41 triliun per Oktober 2019. Posisi itu tumbuh 6,83% dibandingkan dengan Rp36,89 triliun pada akhir Desember 2018.

Berdasarkan jenis penggunaan, OJK Sulutgomalut mencatat total penyaluran kredit investasi senilai Rp5,51 triliun per Oktober 2019. Sementara itu, total penyaluran kredit modal kerja senilai Rp10,44 triliun.

Adapun, total penyaluran kredit terbesar ditempati oleh kredit konsumsi. Tercatat, total penyaluran kredit konsumsi di Sulut mencapai Rp23,46 triliun per Oktober 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sulawesi utara, bpr

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top