Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Virus Corona Ancam Pertumbuhan Ekspor Sulsel

Wabah virus corona yang masih bergejolak di China (Tiongkok) menjadi masalah yang berdampak pada pergerakan ekspor di Sulawesi Selatan.
Sitti Hamdana R
Sitti Hamdana R - Bisnis.com 07 Februari 2020  |  10:05 WIB
Kegiatan bongkar muat perdana di Makassar New Port, Sulawesi Selatan, Kamis (10/1/2019). Pelindo IV Makassar memulai kegiatan bongkar muat di Makassar New Port (MNP) Tahap I. - ANTARA/Yusran Uccang
Kegiatan bongkar muat perdana di Makassar New Port, Sulawesi Selatan, Kamis (10/1/2019). Pelindo IV Makassar memulai kegiatan bongkar muat di Makassar New Port (MNP) Tahap I. - ANTARA/Yusran Uccang

Bisnis.com, MAKASSAR - Wabah virus corona yang masih bergejolak di China (Tiongkok) menjadi masalah yang berdampak pada pergerakan ekspor di Sulawesi Selatan.

Pemerintah provinsi tersebut pun dipaksa mencari strategi baru agar target pertumbuhan nilai ekspor sebesar 10% pada tahun ini dapat terealisasi.

Seperti diketahui, Tiongkok merupakan salah satu negara utama tujuan ekspor Sulsel, apalagi telah dibuka pelayaran langsung (direct call) ke negara tersebut.

Berdasarkan data Dinas Perdagangan Sulsel, negara tujuan ekspor Sulawesi Selatan pada 2019 dengan nilai terbesar kedua yaitu Tiongkok, USD 288 juta.

Dengan dibukanya direct call, volume ekspor Sulsel ke Tiongkok pada tahun 2019, tumbuh mencapai 298% dari tahun 2018.

Tujuan ekspor Sulsel pada 2019 dengan nilai terbesar pertama masih diduduki Jepang yaitu sekitar USD 838 juta.

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Dinas Perdagangan Sulawesi Selatan, I Dewa Nyoman Mahendra Jaya, mengatakan, direct call ke Shanghai Tiongkok ditutup.

“Sekarang ekspor kita pintu masuknya cuma dua yaitu Hongkong dan Macau, itu pun dibatasi. Tidak lagi bisa langsung masuk ke Tiongkok karena ada kasus virus corona ini," jelas Nyoman kepada Bisnis, Jumat (7/2/2020).

Nyoman merincikan, komoditi ekspor yang dikirim Sulsel ke Tiongkok kurang lebih 45 item, diantaranya nikel, bahan baku semen, ikan, serta hasil pertanian dan perkebunan.

Menurut Nyoman, salah satu strategi yang akan ditempuh untuk memacu kinerja ekspor Sulsel di tengah gempuran wabah corona tersebut, yaitu mencari pangsa pasar baru.

"Tetap pacu ekspor walaupun ada dinamika terkait virus. Kita dengan Kementrian Perdagangan mencari pangsa pasar baru ke Timur Tengah, melalui direct flight ke Jeddah," paparnya.

Terang Nyoman, Jeddah akan menjadi pintu untuk membuka pasar ekspor Sulsel ke negara-negara Timur Tengah dengan komoditi utama perikanan.

Nyoman menambahkan, penurunan volume ekspor Sulsel yang dipengaruhi oleh mewabahnya virus corona masih sementara diestimasikan.

"Semoga ini [wabah corona] tidak berlangsung lama. Sehingga kita fokus untuk target ekspor yang lain."

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor sulsel virus corona
Editor : Amri Nur Rahmat
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top