Kepingan Surga di Pulau Gangga

Pulau Gangga menawarkan kepingan surga bagi para pemburu kekayaan biota laut dan pemandangan pantai yang siap memikat para pengunjungnya.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  11:19 WIB
Kepingan Surga di Pulau Gangga
Turis China pengunjung Pulau Gangga, Sulawesi Utara, berfoto di spot yang telah disiapkan oleh pengelola, Kamis (30/1/2020). - Bisnis/M. Nurhadi Pratomo

Bisnis.com, MANADO — Waktu masih menunjukkan pukul 07.30 WITA. Dua bus berkapasitas sekitar 30 orang tiba di halaman depan Galeri UKM Jendela Indonesia, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (30/1/2020).

Satu per satu penumpang bus turun dengan melewati pintu depan. Rombongan itu merupakan wisatawan asal China yang akan menikmati paket wisata dari operator perjalanan wisata, MM Travel, ke Pulau Gangga.

Setelah turun, mereka langsung menuju ke bagian belakang Galeri UKM Jendela Indonesia. Di situ, telah menunggu kapal cepat atau fast boat Bunaken Crystal (BC) 8.

Sekitar pukul 07.50 WITA, mereka dipersilakan untuk boarding atau naik ke atas kapal. Beberapa kru MM Travel dan awak kapal memandu dan memastikan kesiapan para penumpang sebelum menumpangi kapal berkapasitas 68 Gross Tonnage (GT) tersebut.

Para pelancong asal China menunggu kemunculan lumba-lumba dalam perjalanan menuju Pulau Gangga, Sulawesi Utara, Kamis (30/1/2020)./Bisnis-M. Nurhadi Pratomo

Awal kapal menuturkan rombongan itu menjadi yang terakhir di bawah ke Pulau Gangga. Pasalnya, manajemen MM Travel memutuskan untuk menunda sementara seluruh kegiatan operasional, khususnya kedatangan turis China, menyusul larangan yang dikeluarkan oleh otoritas setempat untuk warganya berpergian ke luar negeri.

MM Travel merupakan salah satu operator perjalan wisata yang beroperasi di Sulut. Perusahaan tersebut tercatat mampu mendatangkan 91.000 pelancong asal China pada 2019.

Namun, manajemen MM Travel mengumumkan untuk menunda kegiatan operasional kedatangan turis China, pada Selasa (29/1) malam. Langkah itu ditempuh setelah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut dan maskapai yang mengangkut wisatawan dari Negeri Panda terkait pencegahan penyebaran virus corona.

Kapal pun bertolak dari dermaga Galeri UKM Jendela Indonesia pukul 08.15 WITA menuju Pulau Gangga. Dengan kecepatan penuh, armada BC 8 mengarungi Laut Sulawesi.

Baru 30 menit lepas dari dermaga, Kapten kapal memperlambat laju. Awal kapal yang bertugas memberitahukan kepada para penumpang untuk mengenakan jaket pelampung dan berdiri di anjungan depan, samping, dan atas kapal.

Momen itu bukanlah kondisi darurat. Wisatawan di dalam kapal akan disuguhkan dengan atraksi lumba-lumba yang melintas atau bermain di tengah laut.

Dengan antusias, para turis langsung menyambar peralatan dokumentasi mereka mulai dari perangkat seluler hingga kamera Digital Single Lens Reflex (DSLR) mereka. Mulai dari orang dewasa, remaja, dan anak-anak tidak mau ketinggalan menyaksikan lumba-lumba di laut lepas.

Kapal BC 8 pun bergerak mengikuti arah kerumunan lumba-lumba yang seolah ingin memamerkan kebolehanya dalam melompat dari air ke udara.

“Kalau beruntung bisa melihat mereka dalam jumlah banyak beratraksi,” ujar salah satu awak kapal.

Atraksi lumba-lumba menjadi salah satu hiburan yang ditawarkan bagi para wisatawan peserta paket perjalanan MM Travel. Hiburan itu bisa dinikmati sekitar 30—40 menit sebelum kembali melanjutkan perjalanan ke Pulau Gangga.

Lepas dari atraksi lumba-lumba, kapal BC 8 pun kembali melanjutkan perjalanan ke Pulau Gangga. Wisatawan akan disajikan pemandangan sejumlah pulau lain dalam perjalanan seperti Pulau Bunaken, Pulau Manado Tua, dan Pulau Lihaga.

Setelah hampir 90 menit perjalanan, bibir pantai Pulau Gangga mulai terlihat. Dari kejauhan, tampak hamparan pasir putih yang dipagari dengan air berwarna biru kehijauan.

Turun dari kapal, wisatawan akan menginjakkan kaki di dermaga apung berbahan plastik. Sambil melintas menuju ke pantai, mata akan langsung disajikan pemandangan terumbu karang.

Pulau Gangga berjarak 60 kilometer (km) dari Kota Manado. Lokasi itu berada di Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulut.

Pulau Gangga menjadi salah satu lokasi unggulan yang dimiliki oleh Minahasa Utara. Selain destinasi itu, terdapat beberapa objek pantai dan laut lainnya seperti Pantai Pulisan, Pantai Pal, dan Pulau Lihaga.

Andre Daniel, GM MM Gangga Beach Resort, menuturkan terdapat beberapa resor yang ada di Pulau Gangga. Salah satunya milik MM Travel.

Di lokasi itu, tuturnya, terdapat beberapa kegiatan yang dapat dilakukan para turis, salah satunya snorkeling.

Turis tiba di dermaga apung plastik Pulau Gangga, Sulawesi Utara, Kamis (30/1/2020)./Bisnis-M. Nurhadi Pratomo

Untuk memandu wisatawan, pihaknya menyiapkan pemandu atau guide. Biasanya, 1 orang pemandu akan membawa 5—7 orang untuk melihat kekayaan biota laut Pulau Gangga.

Tidak hanya kegiatan snorkeling, MM Travel juga menyiapkan wahana olahraga air seperti banana boat. Bahkan, pelancong yang datang bisa memacu adrenalinnya lewat aktivitas parasailing.

Bagi yang ingin sekadar menikmati keindahan pasir putih Pulau Gangga, mereka dapat bermain di bibir pantai. Pengelola menyediakan wahana bermain anak-anak dan juga belasan bungalo untuk bersantai.

Selain itu, bagi pelancong yang ingin berfoto, terdapat beberapa titik untuk mengabadikan momen di Pulau Gangga. Tersedia juga titik bagi wisatawan untuk unjuk kebolehan mereka dalam memancing.

Andre menyebutkan rata-rata wisatawan yang datang ke lokasi itu sekitar 100—150 orang per hari. Jumlah terbanyak adalah 500 orang dalam 1 hari.

“Untuk hari ini, sekitar 50 saja karena mereka sisa yang akan pulang,” jelasnya.

Andre mengungkapkan sejauh ini, 90 persen wisatawan mancanegara (wisman) yang datang berasal dari China. Sisanya, merupakan pelancong dari dalam negeri.

Dia menuturkan pengembangan di area MM Travel terus dilakukan. Saat ini, sudah terdapat fasilitas seperti restoran, kamar mandi, ruang ganti, dan sarana penunjang lainnya seperti bungalo.

Turis China pengunjung Pulau Gangga, Sulawesi Utara, berfoto di spot yang telah disiapkan oleh pengelola, Kamis (30/1/2020)./Bisnis-M. Nurhadi Pratomo

“Rencana ke depan akan dibangun juga penginapan di sini,” ucapnya.

Manajemen MM Gangga Beach Resort tentunya berharap penundaan penerbangan langsung China—Manado hanya berlangsung sebentar. Pasalnya, kedatangan turis dari Negeri Panda dinilai telah memberikan banyak berkat bagi masyarakat.

Saat ini, MM Gangga Beach Resort setidaknya memiliki 100 orang karyawan. Dari jumlah itu, mayoritas merupakan penduduk asli warga pulau tersebut.

Salah satu karyawan MM Gangga Beach Resort, Paulus Hending (41), merasakan dampak dari kunjungan wisman. Warga Desa Gangga 1, Kecamatan Likupang Barat, itu menikmati bayaran dari menjadi pemandu parasailing.

Dia mengaku senang bisa bekerja di lokasi wisata itu. Biaya yang harus dikeluarkan lebih rendah dibandingkan dengan mencari nafkah di luar pulau.

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 14.30 WITA. Para pelancong pun diminta bersiap untuk naik ke atas Kapal BC 8 dan bertolak kembali ke Kota Manado.

Sebelum pulang, salah satu turis asal Guangzhou, China, Axiong (42), menuturkan kesannya berwisata di Bumi Nyiur Melambai. Pada kesempatan itu, dia berkunjung bersama keluarga dan rekannya.

Axiong telah merencanakan keberangkatannya 2 bulan sebelumnya. Liburan kali ini dilakukan bertepatan dengan perayaan Imlek 2020.

Pemandangan Pulau Gangga, Sulawesi Utara, Kamis (30/1/2020)./Bisnis-M. Nurhadi Pratomo

Dia mengaku memang menggemari aktivitas menyelam atau diving. Dalam beberapa tahun terakhir, tercatat tiga negara Asean telah disambanginya.

Adapun kedatangannya ke Indonesia merupakan kali pertama. Kota Manado menjadi pilihan setelah mendengar cerita dari rekannya.

Axiong mengaku tidak menyesali keputusannya. Menurutnya, Bumi Nyiur Melambai memiliki kekayaan bawah laut yang sangat indah.

“Sangat asyik [diving di Sulut]. Untuk diving di sini paling cantik,” ungkapnya seraya mengangkat jempol.

Axiong pun berencana akan datang lagi ke Sulut bersama kerabat lainnya. Tentunya, untuk melakukan aktivitas diving yang digemarinya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata, china, sulut

Editor : Annisa Margrit
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top