Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank SulutGo, Pemkab Bolmut, Raewaya Group Kolaborasi Kuatkan Petani

Tiga entitas meneken perjanjian kerja sama untuk pola kemitraan peningkatan produktivitas dan pemasaran jagung di wilayah Bolaang Mongondow Utara.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 29 Januari 2020  |  20:40 WIB
Ilustrasi. - Antara/Adeng Bustomi
Ilustrasi. - Antara/Adeng Bustomi

Bisnis.com,  MANADO — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Bank SulutGo, dan Raewaya Group melalui Koperasi Tuama Raewaya meneken perjanjian kerja sama untuk pola kemitraan peningkatan produktivitas dan pemasaran jagung di wilayah Bolaang Mongondow Utara.

Direktur Utama Bank SulutGo Jeffry A.M. Dendeng mengatakan perjanjian kerja sama (PKS) bertujuan meningkatkan perekonomian rakyat, khususnya para petani. Hal itu dilakukan lewat penyaluran kredit usaha rakyat (KUR).

Jeffry mengharapkan penyaluran KUR dapat tepat sasaran melalui PKS yang telah ditandatangani. Dengan demikian, manfaat dapat dirasakan oleh petani yang meningkat kesejahteraannya.

“Diharapkan dukungan ini akan mendorong peningkatkan perekonomian masyarakat khususnya petani melalui pembiayaan KUR,” jelasnya dalam siaran pers, Rabu (29/1/2020).

Sementara itu, Pemilik Raewaya Group Joune Ganda mengungkapkan kerja sama dengan Bank SulutGo dalam penyaluran KUR merupakan dukungan perseroan terhadap program strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dan perbankan di bidang pertanian. Pihaknya berharap petani di wilayah itu dapat memanfaatkan paket KUR.

“Kerja sama ini merupakan komitmen dan keikutsertaan Raewaya Group dalam mendukung dan menyukseskan pembangunan ekonomi kerakyatan yang menjadi program unggulan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw,” paparnya.

Sebelumnya, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara (Sulutgomalut) Slamet Wibowo mengatakan plafon KUR secara nasional senilai Rp190 triliun pada 2020. Artinya, terjadi kenaikan 35,7% dibandingkan dengan Rp140 triliun tahun ini.

Dengan kenaikan plafon, Slamet menekankan agar perbankan, khususnya di wilayah Sulutgomalut, melakukan perubahan strategi. Tujuannya, agar target penyaluran KUR dapat terserap sepenuhnya di masyarakat pada tahun depan.

Dia mengatakan pola yang didorong untuk penyaluran KUR yakni berkelompok atau klaster. Dengan skema itu, menurutnya proses penyaluran penyerapan kepada masyarakat akan menjadi lebih efisien.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kur bank sulutgo
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top