Ekonomi Digital di Timur Indonesia Potensial

Hal itu didukung dengan sejumlah faktor. Apalagi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian daerah di timur Indonesia mampu bertumbuh rerata di atas 7-8%
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 13 Januari 2020  |  14:59 WIB
Ekonomi Digital di Timur Indonesia Potensial
Kota Makassa - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, MAKASSAR -- Kawasan timur Indonesia dinilai potensial untuk mengembangkan ekonomi digital.

Hal itu didukung dengan sejumlah faktor. Apalagi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian daerah di timur Indonesia mampu bertumbuh rerata di atas 7-8%

Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sulawesi Selatan Bambang Kusmiarso menyatakan bukan tidak mungkin bagi KTI untuk menjadi tulang punggung perekonomian negara. Sebab lima provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terbaik berada di KTI.

"Untuk memaksimalkan pertumbuhan itu, kami juga terus berupaya untuk mengembangkan ekonomi digital di KTI, khususnya di Sulsel. Potensi itu didorong dengan pesatnya populasi milenial di KTI," jelas Bambang pada perhelatan KTI Digital Festival di Gedung CCC Makassar,  Minggu (13/1/2020).

Menurut Bambang, kelompok milenial menjadi salah satu faktor dan kunci keberhasilan untuk mengembangkan ekonomi digital. Di KTI sendiri diperkirakan ada 20,2 juta populasi milenial atau 7,4% dari total penduduk Indonesia pada 2020.

Selain itu, faktor pendukung lainnya yakni jaringan internet di KTI yang sudah terkoneksi. Termasuk dengan beroperasinya palapa ring yang dinilai mampu mendongkrak aktivitas penggunaan ponsel dan internet sebagai media untuk mendorong ekonomi dan transaksi digital.

Sebagai langkah nyata, BI mulai membangun inovasi dengan menghadirkan sistem pembayaran digital baru. Sistem pembayaran tersebut yakni dengan menggunakan Quick Response Indonesia Standard (QRIS). Di mana inovasi ini dianggap mampu mendukung pengembangan ekonomi digital di KTI.

"Sistem pembayaran ini akan terus kami sosialisasikan kepada masyarakat. Ini adalah  peluang bagi KTI untuk mengembangkan ekonomi digital," jelas Bambang. 

Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng menyatakan sebagai hub di KTI Sulawesi Selatan menjadi salah satu daerah yang paling tinggi dalam menggunakan transaksi digital. Termasuk penggunaan QRIS sejak resmi diluncurkan pada 17 Agustus 2019 lalu.

"Pertumbuhan ekonomi Sulsel itu termasuk tinggi dibandingkan daerah lain, utamanya di KTI. Perekonomiannya cenderung stabil dengan laju inflasi yang terkendali," ungkap Sugeng usai membuka KTI Digifest 2020 di Makassar. 

Pengembangan ekonomi digital menurutnya perlu sejalan dengan tingkat literasi keuangan masyarakat terhadap sistem pembayaran berbasis digital. Karenanya, penggunaan QRIS di KTI khususnya Sulsel diharap bisa dilakukan secara meluas. 

Seiring dengan gencarnya sosialisasi dan edukasi yang dilakukan. Merchant-merchant pengguna QRIS di KTI diharapkan bisa terus bertambah.

Meski belum mematok target jumlah penambahan merchant, namun Sugeng juga berharap di tahun ini akan lebih banyak merchant yang ikut menggunakan QRIS sebagai sistem pembayaran baru di era digital.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kawasan timur indonesia, ekonomi digital

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top