Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cuaca Ekstrem, 3.000 Lebih Rumah di Sulsel Rusak

Pusdalops Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Sulsel melaporkan sebanyak 3.743 rumah rusak akibat cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah daerah di Sulsel.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 09 Januari 2020  |  18:50 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, MAKASSAR -- Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Sulsel melaporkan sebanyak 3.743 rumah rusak akibat cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah daerah di Sulsel. 

Secara rinci BPBD Sulsel melaporkan, angin puting beliung yang terjadi di Kabupaten Sidrap mengakibatkan 1.802 rumah rusak, Pinrang sebanyak 888 rumah rusak, Wajo sebanyak 277 rumah rusak. Lalu Kota Parepare dengan 800 unit rumah yang juga rusak akibat puting beliung. 

Bahkan dua orang warga Parepare dilaporkan mengalami luka sedang akibat runtuhan balok penyangga atap yang tertimpa pohon tumbang. Kedua korban tersebut saat ini mendapatkan perawatan di rumah sakit daerah setempat. 

Menanggapi hal itu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah meminta agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaannya akan cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan terjadi di sepanjang bulan Januari. Ia juga telah meminta kepada seluruh BPBD agar tetap bersiaga. 

"Kita menyiapkan diri untuk menghadapi cuaca yang tidak menentu ini. Termasuk persiapan alat kesehatan, kesiapan logistik, dan diharapkan kepada seluruh daerah lain agar lebih peduli," ungkap Nurdin, Kamis (9/1/2020).

Pemprov Sulsel melalui BPBD juga telah meyiapkan anggaran sebesar Rp20 miliar untuk tanggap bencana. Di mana secara teknis, Nurdin memastikan Pemprov Sulsel telah siap jika terjadi hal yang tidak diiingikan. Misalnya saja alat berat berupa ekskavator dan peralatan lainnya. 

Sementara itu, BMKG Wilayah  Makassar melaporkan selama empat hari ke depan hingga 12 Januari, beberapa wilayah di Sulsel diprediksi akan dilanda hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang.

Fenomena itu diperkirakan akan terjadi di Kabupaten Pinrang, Barru, Pangkep, Kota Makassar, dan Parepare. 

Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai gelombang tinggi di perairan sekitar Sulsel dengan ketinggian gelombang berkisar 1,25 meter hingga 2,5 meter.

Selain itu, masyarakat pengguna transportasi laut, udara, maupun darat agar tetap berhati-hati  terhadap dampak dari curah hujan tinggi,angin kencang, dan gelombang yang tinggi.

"Kita berharap tahun 2020 ini bisa kitau lalui dengan aman dan penuh berkah. Intinya tetap waspada dan proaktif dan melaporkan kejadian alam di sekitar kita," kata Nurdin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cuaca ekstrem sulsel
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top