Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Festival Maradika Mamuju 2019 Resmi Bergulir

Sebanyak 93 raja atau perwakilan dari berbagai kerajaan di Indonesia turut menyaksikan prosesi "Masossor Manurung" atau pencucian keris pusaka yang digelar pada rangkaian Festival Maradika Mamuju 2019.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Desember 2019  |  14:41 WIB
Sejumlah pengunjung menikmati matahari terbit dan hamparan awan dari atas puncak Marano, Kecamatan Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (1/12/2019). Kampung wisata yang ramai dikunjungi untuk menyaksikan matahari terbit dan hamparan awan tersebut menjadi wisata alternatif bagi wisatawan ketika berkunjung ke Mamuju. - Antara/Akbar Tado
Sejumlah pengunjung menikmati matahari terbit dan hamparan awan dari atas puncak Marano, Kecamatan Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (1/12/2019). Kampung wisata yang ramai dikunjungi untuk menyaksikan matahari terbit dan hamparan awan tersebut menjadi wisata alternatif bagi wisatawan ketika berkunjung ke Mamuju. - Antara/Akbar Tado

Bisnis.com, MAMUJU — Sebanyak 93 raja atau perwakilan dari berbagai kerajaan di Indonesia turut menyaksikan prosesi "Masossor Manurung" atau pencucian keris pusaka yang digelar pada rangkaian Festival Maradika Mamuju 2019.

Prosesi Masossor Manurung yang dilaksanakan di Pelataran Rumah Adat Mamuju pada Selasa (17/12/2019) itu, merupakan salah satu agenda utama dalam gelaran Festival Maradika Mamuju yang akan dilaksanakan selama dua hari, yakni 17 dan 18 Desember 2019.

Raja Mamuju H Andi Maksum Dai, menyampaikan apresiasinya kepada panitia yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan kegiatan pencucian pusaka itu sehingga terkesan cukup sakral dan sukses.

Ia mengatakan, prosesi pencucian keris pusaka itu disaksikan langsung 93 kerajaan se-nusantara.

"Banyak raja yang menyaksikan ini dan menyampaikan ke saya bahwa ini sudah sangat baik. Jadi tentu kita bersyukur kalau semua merasa begitu," kata Pue Andi Maksum Dai.

Jalannya prosesi pencucian keris pusaka yang diyakini adalah kembaran dari raja pertama Mamuju bernama Lasalaga tersebut semakin hikmad dengan perpaduan prosesi adat dari Kerajaan Bali.

Prosesi itu memberikan nuansa etnik yang sangat kental antara dua kerajaan, yakni Bali dan Mamuju yang diceritakan memiliki ikatan pertautan.

Sementara Bupati Mamuju Habsi Wahid mengatakan, Festival Maradika Mamuju merupakan kegiatan yang pertama kali dilaksanakan dengan skala nasional, sehingga menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat di daerah itu.

Bupati berharap agar Festival Maradika Mamuju dapat menjadi media pemersatu semua kerajaan dan keraton se-nusantara.

"Saya juga berharap agar kegiatan ini menjadi sarana promosi terhadap kekayaan budaya dari masing-masing daerah," harap Habsi Wahid.

Selain Masossor Manurung, pada hari pertama Festival Maradika Mamuju akan dilanjutkan dengan karnaval budaya dan Mamuju Fashion karnaval serta pameran pasar budaya.

Kemudian, pada hari kedua akan dilakukan visit Karampuang, musyawarah agung “Sitammu Uju" serta pemberian penghargaan dari Raja Mamuju kepada Bupati, Wakil Bupati dan Ketua DPRD Mamuju.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mamuju sulawesi barat

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top