Bappeda Sulut Prioritaskan Likupang

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sulawesi Utara menjadikan wilayah Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, sebagai prioritas pengembangan destinasi pariwisata.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 28 November 2019  |  16:47 WIB
Bappeda Sulut Prioritaskan Likupang
Suasana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Pulisan, Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Kamis (4/7/2019). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com,MANADO— Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sulawesi Utara menjadikan wilayah Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, sebagai prioritas pengembangan destinasi pariwisata.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Ricky Toemandoek mengatakan pengembangan wilayah Likupang menjadi super prioritas dalam pengembangan destinasi wisata di Bumi Nyiur Melambai. Oleh karena itu, pihaknya menilai rencana itu wajib mendapat dukungan dari Kementerian terkait.

“Wajib mendapat dukungan penganggaran dari Kementerian terkait sesuai tugas, pokok, dan fungsi [tupoksi] dan harus diprogram secara jelas,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (28/11/2019).

Dia mengungkapkan terdapat sejumlah pembangunan yang menjadi prioritas sejalan dengan rencana pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) Likupang. Menurutnya, Bappeda Provinsi Sulut berperan dalam menggarap infrastruktur pendukung seperti jalan, jembatan, listrik, dan air bersih.

“Kalau hotel dan lain-lain tentu investor [yang membangun],” jelasnya.

Sebagai catatan, KEK Likupang diusulkan oleh PT Minahasa Permai Resort Development (MPRD), anak usaha Sintesa Group. Lokasi itu berada di dalam kawasan seluas 197,4 hektare (ha) yang terdiri atas aspek komersial dan nonkomersial.

Adapun, aspek nonkomersial dalam KEK Likupang di antaranya infrastruktur pendukung seperti listrik, air bersih, jalan, serta pengolahan sampah baik di dalam maupun luar kawasan. Selanjutnya, aspek komersial antara lain kawasan resort, hotel, eco village, cultural village, marina, dan lain-lain.

Baru-baru ini, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengatakan pihaknya tengah melobi pemerintah pusat agar penyelenggaraan konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 pada 2023 berlangsung di Bumi Nyiur Melambai. Rencananya, kegiatan itu akan difokuskan di lokasi KEK Likupang.

Olly mengatakan berbagai persiapan penunjang pembangunan harus segera diselesaikan. Salah satunya memperlebar jalan menuju kawasan ekonomi khusus (KEK) Likupang.

“Harus sama dengan Jalan Thamrin yang ada di Jakarta. Lokasi jalan harus siap, hotel baru dekat pertemuan itu harus ada,” jelasnya.

Sebelumnya, Steve H.A. Kepel, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menjelaskan bahwa saat ini progres pekerjaan jalan Bandara—Likupang tengah berlangsung. Saat ini, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XV menurutnya sedang melebarkan jalan yang sudah ada atau existing dengan lebar rata-rata 7 meter (m).

Sementara itu, Steve menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut melebarkan bagian lain dengan lebar 30 m. Saat ini, Pemprov telah mengerjakan pelebaran di sepanjang 4 km.

“[Jalan Bandara—Likupang] harusnya akhir tahun 2020 sudah selesai terbangun,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sulut, kek

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top