Harga Cabai Rawit Hijau di Sulut Turun 25,32 Persen

Harga rata-rata cabai rawit hijau di Provinsi Sulawesi Utara terpantau turun.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 10 September 2019  |  11:56 WIB
Harga Cabai Rawit Hijau di Sulut Turun 25,32 Persen
Cabai rawit hijau. - Bloomberg/Dimas Ardian

Bisnis.com, MANADO — Harga rata-rata cabai rawit hijau di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) turun 25,32 persen pada Senin (10/9/2019).

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, Selasa (10/9), harga rata-rata cabai rawit hijau Rp29.500 per kilogram (kg) pada Senin (9/9). Posisi itu turun 25,32 persen dari Rp39.500/kg pada Jumat (6/9).

Untuk pergerakan rata-rata harga cabai rawit hijau September 2019, harga tertinggi menyentuh level Rp39.500/kg. Artinya, harga rata-rata Rp29.500/kg menjadi yang terendah di Sulut sejak Selasa (3/9).

Sementara itu, harga rata-rata cabai merah keriting Rp24.750/kg pada Senin (9/9). Angka itu turun tipis 2,94 persen dari Rp25.500/kg pada Jumat (6/9).

Sejak Selasa (3/9), rata-rata harga cabai merah keriting di provinsi tersebut terpantau bergerak ke level harga tertinggi Rp26.500/kg. Sementara itu, rata-rata harga terendah berada di posisi Rp22.000/kg.

Yasin Gani, Pedagang Besar/Grosir Pasar Bersehati Manado, mengungkapkan cabai rawit tidak begitu banyak dikonsumsi masyarakat Sulut. Menurutnya, kebutuhan tertinggi hanya sekitar 400 kg.

Yasin menyebut harga sempat mengalami kenaikan beberapa waktu lalu. Hal itu disebabkan kurangnya pasokan dari petani.

“Jadi kalau yang masuk sudah lebih dari 400 kg, itu harga akan turun jauh,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (10/9).

Di sisi lain, Yasin mengungkapkan saat ini, pasokan cabai keriting tercatat sebesar 1.500 kg. Jumlah itu menurutnya sudah cukup untuk Pasar Bersehati.

“Harga cabai keriting masih stabil,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga cabai, sulut

Editor : Annisa Margrit
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top