Perikanan Nusantara Ekspor 250 Ton Gurita ke Jepang hingga Juli 2019

Perusahaan negara bidang perikanan, PT Perikanan Nusantara (Perinus) telah mengekspor sebanyak 250 ton gurita ke Jepang hingga Juli 2019.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 30 Juli 2019  |  16:54 WIB
Perikanan Nusantara Ekspor 250 Ton Gurita ke Jepang hingga Juli 2019
Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii (kedua kiri), Dirut PT Perikanan Nusantara (Persero) M. Yana Aditya (tengah) melihat secara dekat pengolahan gurita di kantor pengolahan gurita PT Perikanan Nusantara di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (30/7/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, MAKASSAR — Perusahaan negara bidang perikanan, PT Perikanan Nusantara (Perinus) telah mengekspor sebanyak 250 ton gurita ke Jepang hingga Juli 2019.

Direktur Utama PT Perikanan Nusantara (Perinus), M Yana Aditya menerangkan, saat ini perseroan lebih fokus dalam meningkatkan produksi gurita.

Apalagi secara nasional gurita berkontribusi 60% terhadap produksi perikanan Perinus. Per tahun, Perinus mampu memproduksi 750 ton gurita. Di mana keseluruhannya berasal dari Makassar.

Yana mengatakan, Perinus Cabang Makassar memang menjadi pusat produksi khusus gurita.

"Perinus memang sudah mengekspor banyak produksi perikanan. Untuk di Makassar kita memang fokus produksi gurita. Di daerah lain, bentuk produksinya juga berbeda-beda," kata Yana di Makassar, Selasa (30/7/2019).

Sejumlah upaya strategis juga dilakukan Perinus dalam meningkatkan kapasitas produksi. Untuk memperoleh bahan baku, Perinus juga tetap memberdayakan hasil tangkap nelayan. Melalui kemitraan dengan dengan nelayan dan quality control, nelayan di Sulsel mampu berkontribusi sebanyak 50% dari hasil tangkap gurita.

Biasanya Perinus mengekspor gurita sebanyak 15 hingga 30 ton. Nilai 15 ton gurita senilai US$98ribu. Guna memacu nilai ekspor, Perinus menjajaki kerja sama dengan Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia. Saat ini, Jepang memberikan bantuan berupa teknologi pengolahan gurita.

Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii mengatakan, Jepang memang merupakan pasar terbesar ekspor untuk komoditi tersebut. Oleh karenanya, untuk meningkatkan kualitas dari gurita yang akan diekspor, ia menilai dibutuhkan pengolahan yang baik untuk menambah nilai jualnya.

Salah satu bantuan teknologi yang diberikan Jepang yakni berupa alat masak untuk mengukus gurita sebelum dikemas dan diekspor. Mashafumi Ishhi mengemukakan, kerja sama ini rencananya kan berjalan selama dua tahun ke depan.

"Perairan Makassar merupakan wilayah dengan produksi gurita segar terbaik. Hanya saja sebelum diekspor butuh pengolahan agar tetap menjaga kualitas daging gurita," kata Mashafumi Ishii saat berkunjung ke PT Perikanan Nusantara Cabang Makassar, Jalan Sabutung-Paotere.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perinus

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top