Sulawesi Utara Akan Diguyur Rp5 Triliun untuk Genjot Pariwisata

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengklaim akan mendapatkan anggaran Rp5 triliun dari Pemerintah Pusat untuk mendorong sektor pariwisata.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 28 Juli 2019  |  21:40 WIB
Sulawesi Utara Akan Diguyur Rp5 Triliun untuk Genjot Pariwisata
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri), Menkumham Yasonna Laoly (kedua kiri) dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey (kedua kanan) meninjau Terminal Bandara Internasional Sam Ratulangi di Manado, Sulawesi Utara, Kamis (4/7/2019). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengklaim akan mendapatkan anggaran Rp5 triliun dari Pemerintah Pusat untuk mendorong sektor pariwisata.

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey mengatakan bahwa tahun depan Bumi Nyiur Melambai akan masuk ke dalam empat daerah super prioritas pengembangan pariwisata. Dia mengatakan, dengan status itu Sulut akan memperoleh dana sebesar Rp5 triliun.

“Tahun depan [dana untuk] semua proyek pariwisata hampir Rp5 triliun datang ke Sulut, baik untuk perbaikan pesisir Pantai Bunaken, Likupang, dan semua infrastruktur pariwisata, itu [dana] dari pusat,” katanya, Sabtu (28/7/2019).

Dia menjelaskan, dana itu juga sudah termasuk anggaran belanja pemerintah untuk sarana transportasi Sulut. Hal itu meliputi pengembangan Bandara Sam Ratulangi dan pengembangan Pelabuhan Manado sebagai penunjang pariwisata.

Infrastruktur memang dinilai menjadi salah satu kendala utama dalam pengembangan pariwisata Sulut selama ini. Dia menambahkan, kualitas tenaga kerja Sulut juga masih perlu pengembangan untuk memaksimalkan potensi pariwisata daerah itu.

“Infrastruktur [penunjang] pariwisata itu masih kendala, karena kemampuan APBD belum cukup untuk mendorong infrastrutkur pariwisata. Yang kedua budaya masyarakat Sulut masih kaget, belum begitu siap untuk menyambut sekian banyak orang yang datang, nah ini yang kami perlu juga melakukan peningkatan kualitas SDM [Sumber Daya Manusia] kami dalam peningkatan budaya ini,” jelasnya.

Selain itu, dia mengatakan bahwa Pemprov Sulut juga akan mengupayakan agar Manado Fiesta masuk ke dalam 100 Calendar of Events Kemenpar. Sejauh ini, Festival Pesona Selat Lembeh, Tomohon International Flowers Festival (TIFF), dan Festifal Pesona Bunaken sudah masuk kalender itu.

“Festival bunga [TIFF] itu juga perlu berapa tahun baru masuk 100 Calendar of Events Kementerian Pariwisata. Hal ini saya jamin, saya kira tahun depan Manado Fiesta sudah masuk ke 100 Calendar Of Events,” katanya.

Di sisi lain, dia mengapresiasi pelaksanaan Manado Fiesta 2019 yang mengangkat nilai keberagaman dan toleransi. Menurutnya, hal itu menjadi nilai penting yang menjadi ciri khas Sulut dibandingkan daerah lain di Indonesia.

“Kami harapkan Sulut terus menjadi laboratrorium kerukunan kami selalu kembangkan hal-hal itu, supaya menjadi contoh bagi daerah lain bagaimana kebersamaan antara suku, agama, yang ada di Republik [Indonesia] tercinta ini begitu damai selama ini,” katanya.

Dia juga mengharapkan Manado Fiesta juga dapat terus meningkatkan kadar kekhasan Manado di dalam penyelenggaraannya. Menurutnya, hal itu akan menjadi modal utama bagi acara ini untuk dapat menjadi acara pariwisata berskala nasional.

“Di Manado Fiesta tentu kegiatan seperti ini akan kami tingkatkan, dari seni-seninya, agar turis yang datang ke sini lebih mengenal Sulawesi Utara dan Manado khususnya,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata, sulut, olly dondokambey

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top