Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wali Kota Vicky Lumentut Berharap Manado Fiesta Tanpa APBD

Penyelenggaraan Manado Fiesta 2019 menghabiskan sekitar Rp5 miliar Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Kota Manado. Belanja jasa tercatat mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 28 Juli 2019  |  20:11 WIB
Parade Fish and Coral (Fisco) menjadi pembuka gelaran Manado Fiesta 2018, Jumat 31 Agustus 2018. - Bisnis/Deandra Syarizka
Parade Fish and Coral (Fisco) menjadi pembuka gelaran Manado Fiesta 2018, Jumat 31 Agustus 2018. - Bisnis/Deandra Syarizka

Bisnis.com, MANADO – Penyelenggaraan Manado Fiesta 2019 menghabiskan sekitar Rp5 miliar Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Kota Manado. Belanja jasa tercatat mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Wali Kota Manado Vicky Lumentut menerangkan, Manado Fiesta tahun ini adalah yang ketiga. Anggaran pemerintah yang dibelanjakan untuk mengadakan acara itu terus menurun dari tahun pertama. Hal ini sejalan dengan harapan Pemkot Manado agar acara itu bisa semakin mandiri.

“Tahun pertama Rp12 miliar, tahun Rp9 miliar karena ada swasta yang ambil, tahun ini Rp5 miliar itu semua dari APBD. Jadi dia makin hari, APBD kota manado semakin kecil, jadi pola kami dari pemerintah dulu dan makin lama makin kecil dan diambil oleh swasta,” katanya di Manado, Sabtu (28/7/2019).

Dia menjelaskan, pelaksanaan Manado Fiesta hingga saat ini memang masih bertumpu pada belanja pemerintah. Acara ini juga diakui belum memberikan dampak langsung terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Meski demikian, dia mengatakan secara tidak langsung acara ini telah menumbuhkan pariwisata di Ibu Kota Sulawesi Utara. Hal itu terlihat dari peningkatan PAD dari pajak hotel dan restoran yang meningkat tinggi dalam beberapa tahun terakhir.

“Tapi PAD secara tidak langsung lewat kuliner, pajak hotel, restoran dan masyarakat mendapatkan usaha-usaha untuk souvenir, dan juga ada fesyen itu sudah dibuat oleh masyarakat kota Manado. Angka pastinya ada di Dispenda, tapi kenaikan tajam di sektor pajak hotel dan di restoran di sana sangat banyak,” jelasnya.

Dia mengatakan, pada penyelenggaraan tahun ini Manado Fiesta banyak terbantu oleh keterlibatan swasta dan Pemerintah Pusat. Dari sisi promosi misalnya, Pemkot Manado dibantu oleh Kementerian Pariwisata. Pihak swasta juga ikut serta dalam memfasilitasi bintang tamu.

“Dulu kami yang biayai untuk datangkan penyanyi atau promosi, sekarang ada promosi dari Kemenpar, kemudian dari swasta nanti akan menghadirkan Iwan Fals untuk penutupan, itu Gojek yang ambil, yang lain juga ada diambil oleh perbankan, jadi sudah ada perimbangan antara APBD dan swasta,” jelasnya.

Dia mengharapkan Manado Fiesta dapat terus berkembang dan magnet pariwisata baru. Kehadiran para duta besar dalam acara pembukaan juga diharapkan dapat menjadi ajang promosi untuk membuka pintu wisatawan mancanegara di gelaran selanjutnya.

Menilik data Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Pemkot Manado menganggarkan sekitar Rp5,95 miliar untuk acara ini. Belanja terbesar adalah untuk jasa event organizer (EO) Manado Fiesta 2019 sebesar Rp5,8 miliar.

Kepala Dinas Pariwisata Manado Lenda Pelealu menjelaskan, realisasi belanja untuk acara ini lebih rendah dari pagu. Setelah melalui proses pelelangan, realisasi penyerapan itu menjadi sekitar Rp5 miliar saja.

“Kan proyek yang kami pihak ketigakan, dalam proses itu kan kami lelang, berarti ada proses penawaran, jadi ada beberapa pekerjaan yang misalnay dianggarkan lebih besar, tapi EO bisa kasih murah kan tidak masalah, itu di-handle oleh ULP [Unit Layanan Pengadaan LKPP],” katanya kepada Bisnis, Minggu (28/7/2019).

Dia menjelaskan, anggaran yang dibelanjakan oleh Pemkot Manado untuk Manado Fiesta masih terbilang kecil dibandingkan dengan gelarah serupa di daerah lain. Dia mencontohkan, Festival Jember 2017 yang menghabiskan sekitar Rp30 miliar.

Dengan pola pengurangan APBD, dia mengharapkan dalam tahun kelima Manado Fiesta sudah bisa berdiri tanpa dana pemerintah. Menurutnya, keterlibatan swasta sangat diharapkan untuk terus menunjang acara ini.

“Jadi merangsang juga. Kalau untuk target kami belum punya, sekelas Festival Jember saja 16 tahun, Tomohon International Flowers Festival saja belum mandiri 100%, masih pakai APBD, mudah-mudahan branding kita bagus, banyak perusahaan yang tetarik sehingga tahun kelima bisa sudah mandiri,” katanya.

Dia juga menaruh harapan besar pada para perwakilan negara sahabat yang hadir dalam Manado Fiesta kali ini. Paket family trip yang sudah dibuatkan khusus untuk mereka diharapkan dapat meninggalkan kesan positif untuk mendukung promosi pariwisata Manado.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata apbd manado
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top