Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemprov Gorontalo Kejar Target LTT Padi, Jagung, dan Kedelai

Pemprov Gorontalo berupaya mencapai target Luas Tambah Tanam (LTT) Padi, Jagung, dan Kedelai (Pajale) sebesar 39.745 hektare sepanjang AprilJuli dan 51.345 hektare pada AgustusSeptember.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 25 Juli 2019  |  21:37 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, MANADO – Pemprov Gorontalo berupaya mencapai target Luas Tambah Tanam (LTT) Padi, Jagung, dan Kedelai (Pajale) sebesar 39.745 hektare sepanjang April—Juli dan 51.345 hektare pada Agustus—September.

Merujuk kepada data Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementerian Pertanian masih ada kekurangan target LTT komoditi padi seluas 15.069 hektare. Realisasi dari target April—Juli baru mencapai 24.676 hektare.

Kepala Bidang Program dan Evaluasi Pusat Penyuluh Pertanian Kementan Riza Fahrizal mengatakan bahwa Gorontalo merupakan satu dari 21 provinsi yang mengalami penurunan capaian LTT pada Oktober—Juni.

“Dari hasil rekap data periode Oktober 2018 sampai Juni 2019, secara nasional terjadi penurunan sebesar 313.369 hektar dari capaian pada periode yang sama tahun 2017-2018 seluas 13,3 juta hektar. Penurunan terjadi di 21 provinsi termasuk Gorontalo,” katanya dikutip dari siaran pers, Kamis (25/7/2019).

Dia menambahkan, penurunan di Gorontalo mencapai sebesar 8.274 hektare. Adapun, pada Oktober 2017 sampai Juni 2018 realisasi di Gorotnalo mencapai 55.225 hektare. Namun, pada Oktober 2018 sampai Juni 2019 realisasinya turun menjadi 46.950 hektare.

Capaian LTT komoditi jagung pada periode Oktober 2018 hingga Juni 2019 tercatat 312.561 hektare, bertambah 21.537 hektare. Pada periode yang sama sepanjang 2017—2018 realisasi hanya mencapai sebesar 291.024 hektare.

“Sampai Juli ini khusus Upsus jagung di Gorontalo sudah melebihi 100%, kami sangat mengapresiasi capaian ini. Yang perlu kita talangi sekarang adalah Upsus padi, perlu strategi percepatan LTT,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim mengatakan bahwa Gorontalo memiliki potensi pertanian yang bsar. Menurutnya, jika digarap serius bersama seluruh pihak maka target LTT bisa dicapai dan memberi dampak kepada ekonomi.

“Kalau sekarang Gorontalo baru bisa mengekspor jagung, maka ke depan kita juga harus bisa mengekspor beras,” katanya.

Untuk mencapai target LTT Pajale menurutnya perlu kerja sama, sinergi, dan koordinasi antara mantri tani, penyuluh, dan Babinsa. Selain itu, dia meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk mengalokasikan anggaran dalam meningkatkan swasembada pangan di Gorontalo.

“Antara provinsi dan kabupaten kota ada perjanjian kerja sama. Perjanjian itu harus ditindaklanjuti, seperti untuk pengadaan bibit dan pupuk. Jangan semuanya diharapkan dari provinsi, kabupaten/kota juga harus bisa menunjangnya,” tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertanian gorontalo luas tambah tanam
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top