Gubernur Sulut Hadiri Ratas dengan Jokowi, Bahas Pariwisata

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey membahas persiapan penetapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang dan sejumlah destinasi pariwisata di Bumi Nyiur Melambai bersama Presiden Joko Widodo.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 15 Juli 2019  |  20:58 WIB
Gubernur Sulut Hadiri Ratas dengan Jokowi, Bahas Pariwisata
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution (kiri), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan), Menhub Budi Karya Sumadi (kedua kanan), Seskab Pramono Anung (ketiga kanan) dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey (ketiga kiri) meninjau Terminal Bandara Internasional Sam Ratulangi di Manado, Sulawesi Utara, Kamis (4/7/2019). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, MANADO – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey membahas persiapan penetapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang dan sejumlah destinasi pariwisata di Bumi Nyiur Melambai bersama Presiden Joko Widodo.

“Presiden Jokowi ingin mendengarkan secara langsung permasalahan di daerah masing-masing terkait percepatan pengembangan pariwisata. Provinsi sulawesi utara ingin mendatangkan turis sebanyak-banyaknya,” katanya di Jakarta, seperti dikutip dari siaran pers, Senin (15/7/2019).

Dia menuturkan, Sulut saat ini sedang mengajukan Likupang di Kabupaten Minahasa Utara menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Dia menuturkan, di sana akan dibangun infrastruktur pendukung pariwisata di Sulut meliputi jalan dan pelabuhan.

“Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata ini jika didorong oleh pemerintah pusat pasti akan mampu mendatangkan turis sebanyak satu juta pertahun,” katanya.

Sementara itu, Joko Widodo meminta jajarannya untuk mengembangkan sejumlah destinasi pariwisata yang menjadi prioritas.

“Saya sudah kunjungi beberapa daerah dan lihat langsung progres dan pengembangan destinasi wisata. Pertama saya pergi ke Mandalika, Danau Toba, Manado, Labuan Bajo. Saya nggak ke Borobudur karena sudah pernah bolak balik ke sana sudah tahu masalahnya,” katanya.

Dia mengatakan, berdasarkan peninjauan ke daerah itu, terdapat sejumlah masalah yang harus segera diselesaikan. Salah satunya adalah masalah pengaturan dan pengendalian tata ruang, seperti di destinasi wisata Sulawesi Utara, Labuan Bajo, dan Danau Toba.

Selain itu, dia meminta agar jajarannya membenahi infrastuktur penghubung kawasan wisata, seperti terminal, bandara, runway, dermaga pelabuhan, dan lainnya. “Saya lihat misalnya di Labuan Bajo, Manado, ini semua perlu dibenahi secepatnya,” tamahnya.

Jokowi juga meminta para menteri agar segera menyelesaikan masalah-masalah tersebut pada tahun depan. Hal itu perlu dilakukan untuk memaksimalkan potensi potensi besar pariwisata dalam menarik wisatawan baik mancanegara dan domestik.

Tak hanya itu, dia meminta agar disediakan fasilitas layak bagi pengunjung di berbagai tempat wisata yang akan dikembangkan. Karena itu, ia menginstruksikan pemerintah daerah untuk turut melakukan pembenahan fasilitas-fasilitas umum.

Pengembangan pariwisata, lanjutnya, juga perlu didukung dengan kemampuan sumber daya manusia yang baik. Dia juga mengharapkan pelatihan untuk para karyawan hotel, pedagang, dan masyarakat menjadi prioritas yang tak ditinggalkan.

“Berkaitan produk yang ada di situ, berkaitan dengan pasar, pasar seni, kemudian budaya yang perlu ditampilkan. Banyak sekali yang masih perlu dikerjakan. Misal tarian budaya tradisi yang ada, dari sisi materialnya bagus tapi mohon ini di Bekraf beri suntikan di desain pakaian, kostum, dan lain-lan,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata, sulut

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top