Saat Mahasiswa dan Wisawatan Asing Nikmati Beautiful Malino 2019

Event wisata Beautiful Malino 2019 turut diramaikan mahasiswa asing dari berbagai negara. Di antaranya dari Azerbaijan, Solmon Island, Afrika, Jepang, Malaysia, dan Spanyol selain juga diramaikan mahasiswa Indonesia.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 14 Juli 2019  |  12:29 WIB
Saat Mahasiswa dan Wisawatan Asing Nikmati Beautiful Malino 2019
Sejumlah peserta mengikuti Parade Bunga di Kecamatan Tinggimoncong, Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (13/7/2019). Parade Bunga tersebut merupakan rangkaian acara Beautiful Malino dan merupakan program unggulan Pemerintah Kabupaten Gowa yang diharapkan menjadi ajang pariwisata nasional. - ANTARA/Arnas Padda

Bisnis.com, MAKASSAR -- Event wisata Beautiful Malino 2019 selain menjadi hiduran bagi masyarakat sekitar, juga menjadi pesona bagi warga negara asing. Tak hanya wisatawan, mahasiswa asing yang sedang mengikuti program kebudayaan di Indonesia pun ikut merasakan pesonanya.

Bahkan, para mahasiswa asing dari berbagai negara itu turut terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka di antaranya dari Azerbaijan, Solmon Island, Afrika, Jepang, Malaysia, dan Spanyol selain juga diramaikan mahasiswa Indonesia.

Dua belas mahasiswa asing itu tergabung dalam program Beasiswa Seni Budaya Indonesia (BSBI). Leader BSBI wilayah Sulsel Kazaki mengatakan, Kabupaten Gowa adalah salah satu daerah di Sulsel yang memiliki kekayaan budaya, sejarah dan destinasi wisatanya. Termasuk Kota Malino.

"Kami mengetahui bahwa Gowa memiliki program wisata tahunan yaitu Beautiful Malino, makanya karena pas dengan pertukaran mahasiswa yang dilakukan BSBI kami pun memanfaatkannya," kata Kazaki, Minggu (14/7/2019).

Kazaki mengatakan, 12 mahasiswa asing tersebut mengaku bahagia bisa turut memeriahkan event wisata yang mulai digagas menjadi event wisata nasional. Ia menyebut, mereka sangat kagum dengan pesona wisata alam yang ditawarkan.

Mahasiswa Program Beasiswa Seni Budaya Indonesia (BSBI) turut memeriahkan Karnaval Beautiful Malino 2019./Bisnis-Andini R

Utamanya aneka ragam bunga yang juga ditampilkan pada Karnaval Bunga pada Sabtu (13/7/2019) kemarin. Karnaval yang diikuti seluruh SKPD dan kecamatan di Kabupaten Gowa. Sebuah kebanggaan bagi para mahasiswa BSBI bisa berpartisipasi dalam event tahunan ini.

Kazaki menjelaskan, program BSBI ini merupakan program Kementerian Luar Negeri. Mahasiswa peserta program akan mendapat pengetahuan tentang seluruh potensi seni dan budaya yang ada di Sulsel, termasuk di Gowa ini.

"Kami sengaja ingin ikut di kegiatan ini untuk menambah wawasan teman-teman tentang budaya di Kabupaten Gowa yang memang sangat indah ini. Karena, mahasiswa yang ikut dalam program ini dituntut untuk mempromosikan seluruh potensi daerah yang dikunjunginya," jelas Kazaki.

Mahasiswa Jepang Haruna Ono mengatakan, kedatangannya di Indonesia adalah pengalaman yang pertama kalinya. Ia pun memiliki pengalaman sangat mengesankan khususnya di Kota Malino ini.

"Malino sangat luar biasa. Alamnya sangat indah, kulinernya pun sangat enak, misalnya tenteng," kata Haruna.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menyampaikan apresiasinya pada 12 mahasiswa BSBI yang hadir. Menurutnya, hal itu bisa menjadi peluang untuk mempromosikan industri pariwisata di Gowa khususnya di Malino.

"Hadirnya adik-adik mahasiswa dari berbagai negara diharapkan semakin membuka potensi dalam mempromosikan Malino. Sehingga, ke depan daerah ini akan semakin dikenal hingga ke mancanegara," kata Adnan.

Seperti diberitakan Antara (13/7/2019), parade bunga yang setiap tahunnya mewarnai event Beautiful Malino nyatanya juga menarik perhatian wisatawan mancanegara, selain mahasiswa luar negeri yang datang ke Indonesia dalam rangka voluenteer sukarelawan AIESEC sebagai organisasi internasional dari 126 negara.

Parade bunga yang mulai ditampilkan Sabtu sore, turut mempertontonkan kendaraan hias berbahan dasar berbagai jenis bunga dari perwakilan SKPD dan kecamatan lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa.

"Saya kebetulan baru tiba kemarin di Malino dan merasa nyaman di sini karena diberi perhatian khusus sama warga dan saya banyak melihat bunga-bunga yang indah disini," ungkap wisatawan asal Portugal, Thomas dengan Bahasa Inggris yang fasih.

Thomas yang hadir bersama tiga orang rekannya mengaku terkesima atas inovasi parade bunga yang ada di Malino, terlebih suasana Malino menawarkan kesejukan dan rindang memanjakan diri.

"Saya baru pertama kali melihat ada festival seperti ini yang menghadirkan kendaraan hias dengan bunga-bunga yang indah," kata Thomas yang didampingi Fakhrur Rozi Maddarangan sebagai salah satu member AISEC di Makassar.

Ia berharap program pariwisata Pemkab Gowa itu dapat berjalan dengan baik sesuai dengan antusias masyarakat menyambut event tahunan ini dengan suka cita, kemeriahan dan kebahagiaan.

Selain menikmati event Beautiful Malino, Thomas juga akan melaksanakan projek mengajar di sekolah-sekolah Malino selama tiga pekan bersama enam orang mahasiswa dari China.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata, festival, gowa

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top