Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kebun Raya Kendari Semakin Diminati Untuk Wisata Edukasi

Dengan fasilitas yang disediakan cukup mumpuni, Kebun Raya Kendari memiliki fungsi konservasi tumbuhan, penelitian dan layak menjadi tujuan wisata edukasi.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 22 Juni 2019  |  20:04 WIB
Kebun Raya Kendari - Repro
Kebun Raya Kendari - Repro

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan penataan kawasan Kebun Raya Kendari di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dengan fasilitas yang disediakan cukup mumpuni, Kebun Raya Kendari memiliki fungsi konservasi tumbuhan, penelitian dan layak menjadi tujuan wisata edukasi.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan, peran Kementerian PUPR dalam membangun RTH tidak hanya memberikan dampak positif dari sisi keindahan/beautifikasi, namun juga memberikan kontribusi terhadap konservasi air, tanah, dan perbaikan kualitas udara.

“UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang mengamanatkan perlunya pemenuhan RTH di kawasan perkotaan sebesar 30 persen dari luas kawasan perkotaan. Pengembangan kebun raya di bawah koordinasi LIPI, sementara Kementerian PUPR memberikan dukungan infrastruktur,” kata Menteri Basuki melalui siaran resmi, Sabtu (22/6/2019).

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Tenggara Mustaba mengatakan penataan Kebun Raya Kendari dilakukan bertahap yakni periode 2015-2018. Progres pengerjaan fisik telah selesai 100 persen dengan total anggaran sebesar Rp 39,9 miliar.

“Untuk penataan kedepan dilanjutkan fasilitas gedung konservasi, kantor penelitian, laboratorium, ruang eksibisi, gedung Pusat edukasi, perpustakaan, museum, wisma pengelola, shelter, dan wisma pengelola,” kata Mustaba.

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

Dalam kurun 4 tahun, penataan pada tahun pertama yakni tahun 2015 dimulai dengan penyusunan Detail Engineering Design(DED), pekerjaan struktur gedung pengelola, gerbang utama, visitor center, taman tematik, camping ground, parkir bus, pagar keliling, dan green house.

Tahun 2016 diselesaikan pembangunan fisik gedung pengelola, gerbang utama, visitor center, camping ground serta pematangan jalan dan penurapan. Biaya pengerjaan fisik bangunan sebesar Rp 7,2 miliar oleh   kontraktor PT Bachtiar Marpa Prima dan pekerjaan lansekap sebesar Rp 4,9 miliar oleh PT Wira Sakti Sembilan Tujuh.

Pada 2017 penataan dilanjutkan dengan pembangunan gedung arboretum, hardscape arboretum, lansdcape visitor center, lansekap kantor pengelola dengan biaya Rp 10,7 miliar.

Pada 2018 dilakukan pembangunan area parkir, drainase, pagar pengaman, talud sisi tebing, Taman ultra basic, tangga, camping ground, gardu pandang, gazebo, pedestarian, dan softcape kawasan. Biaya pembangunan sebesar Rp 14,1 miliar dengan kontraktor PT Amon Sultra Mandiri.

Kebun Raya Kendari memiliki luas 113 Ha terletak pada kawasan hutan Nanga-Nanga Papalia dan terletak pada hutan lindung 22 Ha dan hutan produksi biasa 96 Ha. Jarak Kebun Raya dari Kota Kendari sejauh 14,4 km dengan jarak tempuh sekitar 30 menit perjalanan menggunakan kendaraan roda empat.

Salah satu pengunjung dari Kabupaten Konawe Selatan yang ditemui yakni Putri Arini mengatakan Kebun Raya Kendari bisa menjadi alternatif destinasi wisata di Provinsi Sultra selain laut.

“Saya tahu dari Instagram, kemudian ke sini waktu libur Lebaran kemarin. Hari ini ke sini lagi, selain masih gratis, bisa liburan sambil belajar mengenai semua jenis tanaman yang ada, biar enggak bosan ke laut terus,” kata Putri.

Penataan Kebun Raya Kendari menjadi program kerja sama Kementerian PUPR dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Keberadaannya di bekas lahan penambangan pasir dan batu serta penebangan kayu menjadikan Kebun Raya Kendari memiliki fungsi konservasi dan jasa lingkungan yang tinggi. Semenjak berdirinya Kebun Raya Kendari, penambangan serta penebangan secara ilegal menjadi berkurang.

Dengan kehadiran Kebun Raya Kendari, kondisi lahan yang berupa batuan Ultra Basic dan rusak akibat kegiatan penambangan dan penebangan ilegal perlahan bisa dipulihkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kendari kebun raya
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top