Kemendag Ajak Mahasiswa Unima Perkuat Kawasan Ekonomi Khusus

Kemendag mengajak kalangan kampus dan akademisi di Universitas Negeri Manado (Unima) memberikan kontribusinya untuk bersama-sama pemerintah mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan potensi daerah.
Deandra Syarizka | 30 November 2018 17:29 WIB

Bisnis.com, MANADO--Kemendag mengajak kalangan kampus dan akademisi di Universitas Negeri Manado (Unima) memberikan kontribusinya untuk bersama-sama pemerintah mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan potensi daerah.

Dengan begitu, KEK dan potensi daerah dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan sektor perdagangan, baik di dalam maupun di luar negeri.

Ajakan itu disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih saat memberikan kuliah umum bertajuk “Peluang dan Tantangan Kawasan Ekonomi Khusus di Era Industri 4.0” di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Negeri Manado (Unima), Jumat (30/11).

Karyanto menyatakan, penetapan KEK dimaksudkan untuk mengembangkan ekonomi, investasi, dan perdagangan di daerah tersebut. Sulawesi Utara sudah memiliki KEK Bitung, namun hingga empat tahun berjalan masih belum dimanfaatkan secara optimal.

“Untuk itu, saya mengundang dan mengajak civitas akademika Unima untuk mengembangkan KEK Bitung melalui penelitian dan pengkajian dari berbagai sektor serta berperan aktif sebagai agen pemasaran, wirausahawan; serta mengembangkan ekonomi digital dan potensi sumber daya alam dari Sulawesi Utara, seperti industri kopra dan perikanan olahan, sehingga memberikan dampak ekonomi yang besar,” ujarnya, Jumat (30/11).

 Menurutnya, Sulawesi Utara memiliki keunggulan sebagai produsen kelapa terbesar di dunia dan produsen perikanan terbesar di Asia Tenggara. Selain itu, Bitung terletak di alur laut kepulauan Indonesia yang dilewati tanker dari Australia Timur dan Asia Timur.

Dia pun mengharapkan kerja sama antara Kementerian Perdagangan dengan Unima tidak berhenti sampai pelaksaan kuliah umum saja, tetapi dapat berlanjut dengan kajian-kajian terkait KEK Bitung.

"Sulawesi Utara memiliki potensi yang sangat besar. Dengan memperluas kerja sama Kementerian Perdagangan dan Unima, kita bisa bersama meningkatkan perekonomian daerah, bangsa dan negara. Sumbangsih dari kampus dan peranan cendikiawan sangat dibutuhkan," ujarnya.

Lebih lanjut dia memaparkan, hingga saat ini pemerintah telah menetapkan sebanyak 12 KEK yang tersebar di seluruh Indonesia. Pengembangan KEK dimaksudkan untuk mempercepat perkembangan daerah dan sebagai model terobosan pengembangan kawasan untuk pertumbuhan ekonomi sehingga dapat meningkatkan lapangan pekerjaan, antara lain di sektor industri, pariwisata, dan perdagangan.

Adapun sasaran pengembangan KEK, yaitu meningkatkan penanaman modal, mengoptimalisasi kegiatan industri, mempercepat pengembangan daerah, dan menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Karyanto menyampaikan, peran Kementerian Perdagangan dalam mendorong KEK yaitu dengan mengintensifkan 44 perwakilan di 30 negara yang menjadi ujung tombak masuknya investasi ke KEK.

Selain itu, Kementerian Perdagangan memberikan wewenang kepada administrator KEK untuk menerbitkan perizinan perdagangan luar negeri kepada badan usaha dan pelaku usaha, memberikan wewenang Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA) bagi badan usaha dan pelaku usaha yang akan melakukan ekspor, menerbitkan kebijakan post border, serta fasilitasi SKA untuk kemudahan barang masuk dan keluar.  

Selain itu, Kemendag juga memperkuat dan melakukan integrasi sistem INATRADE pusat dan KEK, termasuk meningkatkan kapasitas kebijakan perdagangan luar negeri.

Tag : kementerian perdagangan, sulut
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top