Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saatnya Pacu Digitalisasi Pelaku UMKM di Makassar

Kuantitas UMKM di Kota Makassar yang bergerak dalam bidang industri kreatif senantiasa mencatatkan pertumbuhan cukup tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Namun demikian, kontribusi segmen tersebut masih relatif kecil terhadap struktur perekonomian Makassar.
Amri Nur Rahmat
Amri Nur Rahmat - Bisnis.com 16 Oktober 2018  |  17:55 WIB
Saatnya Pacu Digitalisasi Pelaku UMKM di Makassar
Ilustrasi transformasi digital - Flickr

Bisnis.com, MAKASSAR-Kuantitas UMKM di Kota Makassar yang bergerak dalam bidang industri kreatif senantiasa mencatatkan pertumbuhan cukup tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Namun demikian, kontribusi segmen tersebut masih relatif kecil terhadap struktur perekonomian Makassar.

Hal tersebut disebabkan oleh keterbatasan sumber daya guna memacu pengembangan kapasitas, mulai dari aspek permodalan, promosi hingga penguatan kualitas produk yang memiliki daya saing. Merujuk pada data Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar, jumlah pelaku UMKM sejauh ini sebanyal 16.492 yang bergerak pada beragam sektor.

Khusus untuk pelaku UMKM yang fokus menjajal industri kreatif dengan mengelaborasikan fasilitas dgital, masih berada di bawah 10%, meski dari sisi pertumbuhan mencatatkan peningkatan cukup atraktif. Secara khusus, industri kreatif memiliki ceruk potensi yang luar biasa mengingat segmen ini sebenarnya memiliki daya tumbuh, inovasi yang tinggi.

Untuk skala lebih luas, pengembangan kapasitas pelaku UMKM berbasis industri kreatif diproyeksikan pula mampu menjadi solusi dalam penyediaan lapangan kerja dan pemangkasan angka pengangguran. Tidak hanya itu, dorongan digitalisasi dalam operasional pelaku UMKM bakal lebih mengatrol daya tumbuh dan kapasitas segmen tersebut.

Kondisi tersebut kemudian menjadi landasan berbagai pihak mendorong UMKM di Makassar memiliki basis digitalisasi perihal upaya peningkatan kapasitas. Salah satunya yang dimanifestasikan adalah penyelenggaraan Makerfest 2018, yang mengikutkan sebanyak 30 pelaku UMKM Makassar lintas bidang usaha memamerkan dan mempersentasikan produk inovatifnya, pekan lalu.

Sekedar diketahui, Makerfest sendiri merupakan manifestasi dari pelaku industri berbasis daring Tokopedia bersama institusi terkait seperti Bekraf, Kemenperin serta Kominfo. 

Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal mengatakan kolaborasi berbagai pihak memang sangat dibutuhkan untuk lebih mendorong UMKM, terutama dalam penciptaan ekosistem ekonomi kreatif berbasis digital.

"UMKM yang bergerak pada bidang industri kreatif dan memanfatkan fasilitas digital di Makassar, itu masih berkisar 200 sampai 300 pelaku UMKM. Itu baru kentara dalam beberapa tahun terakhir. Ini membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, agar ekosistemnya lebih besar dan kontribusinya terhadap ekonomi bisa jauh lebih tinggi," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (16/10/2018).

Menurut dia, permasalahan utama pelaku UMKM di Makassar sebenarnya relatif sama dengan daerah lainntya di Tanah Air, yakni permodalan hingga akses pemasaran produk, termasuk konsistensi kualitas produk yang dihasilkan.

Sebelumnya, PR Comitte Makerfest 2018 Antonia Adega mengemukakan pelaku UMKM di Makassar sudah relatif aktif untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana pengembangan usaha. Ini mengacu pada pertumbuhan merchant asal Makassar dan berklasifikasi UMKM yang memanfaatkan Tokopedia sebagai saran pemasaran, meningkat lebih dari 118%. 

"Peningkatan tersebut juga diikuti dengan jumlah pembeli asal Makassar yang terus meningkat. Ini kemudian menjadi alasan pemilihan Makassar menjadi lokasi Makerfest 2018, di samping posisinya sebagai agregator perekonomian di KTI," ujar dia.

Pelaku UMKM atau disebut sebagai kreator lokal yang diikutikan dalam Makerfest itu telah melewati tahapan penjaringan, di mana terseleksi dari dari jumlah pendaftar yang mencapai 124 kreator.

Selanjutnya, kreator lokal Makassar itu akan kembali berkompetisi dengan kreator lokal dari daerah lain untuk kemudian mendapatkan fasilitas permodalan sebesar Rp1 miliar serta pendampingan komprehensif dalam rangka penguatan kapasitas.

Secara keseluruhan, Makerfest 2018 diselenggarakan pada delapan kota besar, yang mana Makassar menjadi kota ketujuh lokasi penyelenggaran.

Adega menilai digitalisasi merupakan platform yang sangat efektif dalam membantu pelaku usaha memperluas akses pasarnya. Oleh karena itu, Makerfest yang bertemakan bisnis digital diharapkan dapat menjadi sarana informasi dan edukasi bagi kreator atau pelaku usaha lokal di Tanah Air.

Adapun Makerfest 2018 diselenggarakan di Medan, Padang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, dan Denpasar serta Jakarta sebagai kota pertama penyelenggaraan.

Pada tiap kota, ada 30 pelaku UMKM yang menampilkan produknya. UMKM yang ada di tiap kota berbeda-beda dan merupakan hasil seleksi dari panitia. Pemenang dari Makerfest bakal mendapatkan suntikan modal sebesar Rp1 miliar,  di mana puncak penyelenggaran dijadwalkan  pada Desember 2018 mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ukm makassar digitalisasi
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top