Proyek Tol Layang AP Pettarani Makassar Kantongi Amdal

Proyek jalan tol layang dalam kota AP Pettarani Makassar memasuki tahapan konstruksi fisik seiring rampungnya dokumen izin analisis dampak lingkungan atau amdal yang diterbitkan oleh otoritas pemerintahan setempat.
Amri Nur Rahmat | 16 Mei 2018 12:42 WIB

Bisnis.com, MAKASSAR - Proyek jalan tol layang dalam kota AP Pettarani Makassar memasuki tahapan konstruksi fisik seiring rampungnya dokumen izin analisis dampak lingkungan atau amdal yang diterbitkan oleh otoritas pemerintahan setempat.

PT Bosowa Margautama Nusantara (BMN) selaku eksekutor proyek tersebut menyatakan pengerjaan pada sisi struktur bawah yakni pemasangan pondasi bore pile bakal segera dilakukan, di mana saat ini pematangan lahan untuk konstruksi secara paralel dilaksanakan.

Direktur Utama BMN Anwar Toha mengatakan selama periode pengurusan izin amdal, pihaknya telah merealisasikan serangkaian tahapan persiapan di sepanjang lahan yang menjadi titik pembangunan proyek tol layang tersebut.

Dia menjelaskan, adapun tahapan persiapan tersebut meliputi pembersihan lokasi, penebangan pohon, pelebaran jalan pada titik yang menjadi sasaran pengerjaan, serta pemasangan median concrete barrier (MCB) sepanjang ruas AP Pettarani.

"Tahapan persiapan sudah dilakukan, dan segera memasuki tahapan konstruksi fisik yang diawali dengan pengerjaan struktur bawah tol layang ini. Apalagi dokumen amdal sudah terbit, maka bulan depan [Juni 2018], sudah kita gali untuk pondasi bore pile," katanya, Rabu (16/5/2018).

Kemudian pada Juli mendatang, papar Anwar, sudah memasuki tahapan pengerjaan struktur atas berupa pemasangan balok beton sesuai dengan desain tol layang yang menggunakan teknologi kantilever dan pertama kali diterapkan pada wilayah timur Nusantara.

Dengan demikian, konstruksi fisik dari proyek yang di-groundbreaking pada Oktober 2017 silam itu sudah bisa terlihat secara rill medio Juli 2018 nanti oleh publik Makassar yang telah menantikan infrastruktur prestisius tersebut.

Secara umum, konstruksi fisik tol layang AP Pettarani Makassar yang memiliki panjang hingga 4,3 kilometer tersebut ditargetkan rampung pada Februari 2020 mendatang atau masa pengerjaan berdurasi 22 bulan.

Sebagai informasi, tol layang AP Pettarani terintegrasi dengan jaringan tol eksisitng karena merupakan penambahan lingkup dari ruas tol kelolaan BMN.

Konstruksi fisik infrastruktur memiliki ketinggian sekitar 19 meter berada di atas sepanjang ruas AP Pettarani yang berklasifikasi jalan protokol nasional serta ruas dengan trafik terpadat di Makasar.

Proyeksi investasi yang bakal terserap pada proyek tol layang yang dirancang memiliki pula empat titik off/on ramp itu mencapai Rp2,2 trilun.

Sekedar diketahui, dana investasi yang digunakan bersumber dari induk usaha BMN yakni PT Nusantara Infrastructure Tbk. yang juga menggandeng Japan Internationla Cooperation Agency (JICA).

Pengerjaan fisik dilaksanakan oleh kontraktor Wika Beton bersama dengan tim konsultan dari Nippon Koei-Indo.

"Kami harap semua berjalan lancar dan sesuai dengan perencanaan. Seluruh izin yang dipersyaratkan telah terpenuhi, mulai dari SPMK dari BPJT dan paling terakhir adalah izin lingkungan dari Pemkot Makassat terkait amdal," katanya.

Dalam kesemelpatan yang sama, Plt Wali Kota Makassar Syamsu Rizal mengakui penerbitan izin amdal untuk proyek tol layang AP Pettarani cukup memakan waktu yang relatif lama lantaran pengkajian dilakukan dengan sangat hati-hati dan komprehensif dan menghitung secara detail dampak proyek tersebut.

"Kami orientasinya hanya ingin memastikan seluruh aspek dalam amdal terpenuhi dan tidak ada yang dirugikan. Daya dukung alam sekitar lokasi proyek, hingga memastikan masyarakat nantinya bisa memperoleh manfaat maksimal dari proyek ini. Seluruh [kajian lingkungan] baru kami tuntaskan bulan ini, dan menerbitkan amdal-nya," kata dia.

Secara umum, Syamsu Rizal menegaskan jika penerbitan amdal yang melalui serangkaian prosedur yang dipersyaratkan tersebut diklaim telah mengakomodir masukan dari seluruh unsur agar meminimalisir resiko yang berpotensi terjadi.

Di sisi lain, tol layang AP Pettarani tersebut bakal menjadi salah satu proyek infrastruktur percontohan di Tanah Air yang tidak membutuhkan tahapan pembebasan lahan.

"Kemudian untuk dampak lainnya terutama dari sisi lalu lintas sepanjang konstruksi fisik proyek berlangsung, sudah disiapkan sejumlah langkah penanganan, rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan sebagai imbas dari aktivitas konstruksi," katanya.

Tag : makassar, jalan layang
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top