Perekonomian Sulsel Kuartal I/2018 Ditopang 3 Sektor Tersier

Oleh: Amri Nur Rahmat 07 Mei 2018 | 16:03 WIB

Bisnis.com, MAKASSAR - Perekonomian Sulawesi Selatan pada kuartal pertama 2018 tumbuh 7,41% yang ditopang oleh kinerja sektor dengan klasifikasi tersier yakni perdagangan, perhotelan serta transportasi yang melaju signifikan pada periode tersebut.

Merujuk pada laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, sektor perdagangan mencatatkan pertumbuhan year on year hingga 15,02% lalu perhotelan 14,31% serta transportasi yang melaju hingga 13,08% pada kuartal I/2018.

Kepala BPS Sulsel Nursam Salam mengatakan ketiga sektor lapangan usaha tersebut menjadi pendorong utama pembentukan laju perekonomian Sulsel bisa berada pada level 7,41%.

Khusus ketiga sektor tersebut, lanjut dia, bergerak signifikan jika dibandingkan dengan performa pada kuartal I/2017 lalu, di mana perdagangan hanya melaju 7,31%, perhotelan 6,35% serta transportasi yang hanya tercatat 1,26%.

"Tetapi secara umum, pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha di kuartal I/2018. Sehingga perekonomian Sulsel sangat atraktif di kuartal pertama ini," katanya, Senin (7/5/2018).

Kemudian dari struktur sumber pertumbuhan ekonomi Sulsel pada periode tiga bulan pertama 2018 ini tidak mengalami perubahan yang berarti.

Sektor pertanian masih memberikan andil paling besar terhadap struktur 22,67%, diikuti perdagangan 14,33%, lalu industri pengolahan dengan pangsa 13,42% serta konstruksi 12,7%.

Selebihnya berasal dari berbagai sektor lapangan usaha dengan kontribusi secara rerata dalam persentase relatif terbatas.

Menurut Nursam, pertumbuhan ekonomi Sulsel pada kuartal pertama tahun ini tidak lepas dari geliat daya beli masyrakat dengan tren peningkatan serta produktivitas komoditas yang tetap terjaga pada level optimal.

Adapun nominal PDRB Sulsel diukur dari harga konstan (rill) per kuartal I/2018 sebesar Rp73,05 triliun atau bergerak dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang saat itu berada pada angka Rp67,87 triliun.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga mendominasi hingga 55,14% terhadap struktur PDRB Sulsel, di mana mencatatkan laju pertumbuhan secara tahunan di kuartal I/2018 sebesar 6,97%.

Selanjutnya pada komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang mencatatkan pertumbuhan 8,68% (yoy) di kuartal I/2018, mencatatkan pangsa hingga 37,03% terhadap komposisi PDRB Sulsel.

Struktur PDRB Sulsel di kuartal I/2018 juga bersumber dari komponen pengeluaran LNPRT, konsumsi pemerintah serta ekspor dan impor.

Kendati demikian, laju pertumbuhan ekonomi Sulsel di kuartal pertama 2018 lebih rendah dibandingkan dengan performa periode yang sama tahun lalu sebesar 7,52%.

Menurut Nursam, kondisi tersebut dipicu oleh performa sektor pertanian yang hanya tumbuh 3,35% kuartal pertama 2018, padahal tahun lalu mampu bertumbuh 13,58%.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sulsel Bambang Kusmiarso mengatakan laju pertumbuhan ekonomi berada pada sasaran proyeksi bank sentral di rentang 6,8%-7,2% secara year on year.

"Pola historisnya memang cenderung ada perlambatan di awal tahun, terutama pertanian karena pola produksi komoditas. Meski demikian, sektor lainnya tetap bergerak positif, perhotelan mulai bergairah, demikian pula dengan konsumsi maupun daya beli masyrakat terus menguat," katanya.

Adapun untuk kuartal kedua 2018, lanjut Bambang, perekonomian Sulsel diproyeksikan tumbuh pada kisaran 7,3% hingga 7,7% yang ditopang oleh sektor pertanian dan perdagangan terlebih dengan adanya momentum libur serta Ramadan dan Lebaran.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya