Potensi Gelombang Tinggi Mencapai 4 Meter di Perairan Sulsel

BMKG memperkirakan potensi gelombang tinggi mencapai 4 meter di Sulsel berlangsung hingga 25 Januari 2024.
Warga berjalan saat ombak menghempas ke pantai Sulamadaha di Ternate, Maluku Utara, Rabu (17/1/2024)./JIBI
Warga berjalan saat ombak menghempas ke pantai Sulamadaha di Ternate, Maluku Utara, Rabu (17/1/2024)./JIBI

Bisnis.com, MAKASSAR - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan adanya potensi gelombang tinggi mencapai 4 meter yang terjadi di sekitar perairan Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga 25 Januari 2024. Para nelayan pun diimbau untuk waspada dan berhati-hati dalam melakukan aktivitasnya.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Makassar Muhammad Fuad Islami mengatakan gelombang dengan ketinggian mencapai 2,5-4 meter berpeluang terjadi di perairan barat Kepulauan Selayar dan Selat Makassar bagian selatan.

Oleh karena itu, masyarakat terutama nelayan yang menggunakan kapal berukuran kecil diminta berhati-hati jika ingin melaut. Pasalnya, ketinggian gelombang tersebut telah dikategorikan berbahaya.

"Masyarakat terutama nelayan yang menggunakan kapal berukuran kecil untuk berhati-hati dalam melaksanakan aktivitasnya di laut demi keselamatan, karena ketinggian tersebut sebenarnya cukup berbahaya. Ketinggiannya sangat signifikan, tentu kondisi kapal juga akan cukup mempengaruhi," ungkapnya, Selasa (23/1/2024).

Sementara itu untuk potensi gelombang dengan ketinggian sedang mulai 1,25 - 2,5 meter juga berpeluang terjadi di sebagian perairan Sulsel bagian barat hingga selatan. Meliputi perairan Parepare, Spermonde Pangkep bagian barat, Spermonde Pangkep, Spermonde Makassar bagian barat, Spermonde Makassar, Kepulauan Salabana, hingga perairan timur Kepulauan Selayar.

Begitu juga dengan Laut Flores bagian barat, Laut Flores bagian utara, perairan Bonerate - Kalaotoa bagian utara, Bonerate - Kalaotoa bagian selatan, hingga Laut Flores bagian timur.

Potensi tersebut disebabkan adanya siklon tropis anggrek di Samudra Hindia barat daya Bengkulu, yang menyebabkan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari utara - timur laut dengan kecepatan angin berkisar 6 - 25 knot. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari barat - barat daya dengan kecepatan 6 - 25 knot.

Kecepatan angin tertinggi di perairan Sulsel sendiri terpantau 20 - 30 knot berada di Selat Makassar bagian selatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler