Rumah Sakit Khusus Jantung, Otak, dan Kanker di Makassar Beroperasi Juli 2024

Saat ini progres pembangunan rs khusus jantung, ota dan kanker di Makassar diklaim telah mencapai 70%
Desain Rumah Sakit (RS) UPT Vertikal Makassar./Pemprov Sulsel
Desain Rumah Sakit (RS) UPT Vertikal Makassar./Pemprov Sulsel

Bisnis.com, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) memproyeksi Rumah Sakit UPT PT Vertikal Makassar yang khusus menangani penyakit jantung, otak, dan kanker akan mulai dioperasikan pada Juli 2024.

Saat ini progres pembangunannya diklaim telah mencapai 70%.

"Progresnya sudah sekitar 70%, jika tidak ada kendala, rumah sakit yang sementara dibangun di Centre Point of Indonesia (CPI) Makassar ini akan mulai beroperasi pada Juli 2024 mendatang," ungkap Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin, Senin (22/1/2024).

Dia menjelaskan, rumah sakit ini nantinya diproyeksi bisa bersaing dengan rumah sakit serupa di Kawasan Asia. Sengaja didesain untuk dapat memberikan layanan komprehensif, utamanya penyakit katastrofik secara paripurna, yaitu diagnostik, terapetik dan rehabilitatif.

Rumah Sakit Jantung, Otak, dan Kanker ini diharapkan dapat mengurangi beban antrian layanan jantung, kanker dan stroke di wilayah Jawa, sekaligus memperluas jangkauan layanan dalam skala nasional.

"Sulsel sebagai pintu Indonesia Timur, sejatinya memang harus memperbaiki bidang kesehatan. Tugas kami semua, Peprov Sulsel dan kabupaten/kota siap mendukung sepenuhnya kebijakan Menteri Kesehatan untuk mendirikan rumah sakit ini," ucapnya.

Sementara, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam kunjungannnya ke Makassar belum lama ini berharap rumah sakit ini dapat menjadi pusat pelayanan kesehatan yang memiliki kualitas terbaik untuk Indonesia Timur. Apalagi lokasinya begitu strategis dan desainnya yang dibentuk khusus untuk kenyamanan pasien.

"Ini Rumah Sakit Vertikal sangat potensial. Pemilihan lokasinya bagus dan berada di tepi laut, memberikan pemandangan yang sangat indah," katanya.

Rumah Sakit UPT Vertikal Makassar sendiri dibangun di lahan seluas 6,2 hektare dengan anggaran awal mencapai Rp2 triliun. Angka tersebut meliputi biaya pembangunan fisik senilai Rp1,4 triliun dan penyediaan alat kesehatan Rp600 miliar. 

Pembangunan fisik gedungnya dibangun sebanyak tiga tower dengan masing-masing tower berlantai 12 dan difungsikan untuk penyakit kanker, jantung dan otak. Beberapa fasilitas yang disediakan antara lain 266 tempat tidur untuk pelayanan jantung, 268 tempat tidur pelayanan otak, 274 tempat tidur pelayanan kanker, 16 ruang operasi, 7 ruang kateterisasi jantung (cath lab), 20 unit layanan kemoterapi, 95 tempat tidur untuk CU, ICCU, PICU dan ICVCU, 59 tempat tidur intermediate Care, 3 LINAC, dan 33 tempat tidur rumah singgah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler