Penjualan Toyota di Sulawesi Menurun pada 2023, Ini Penyebabnya

Kalla Toyota mencatatkan penjualan mobil sebanyak 20.995 unit pada 2023.
Model berfoto dengan mobil new Agya saat peluncuran di Makassar Sulawesi Selatan, Rabu (15/3/2023)./Bisnis-Paulus Tandi Bone.
Model berfoto dengan mobil new Agya saat peluncuran di Makassar Sulawesi Selatan, Rabu (15/3/2023)./Bisnis-Paulus Tandi Bone.

Bisnis.com, MAKASSAR - Kalla Toyota mencatatkan penjualan mobil sebanyak 20.995 unit di area pemasarannya yang meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah selama 2023. Angka tersebut masih lebih rendah 1% dibandingkan pencapaian pada tahun sebelumnya yang mencapai 21.200 unit.

Marketing General Manager Kalla Toyota Suliadin mengungkapkan ada dua faktor utama yang menyebabkan penjualan mobilnya pada 2023 mengalami kontraksi, yaitu turunnya permintaan pembelian mobil dari beberapa perusahaan tambang dan pengalihan metode pengadaan kendaraan dari pemerintah daerah.

Suliadin meyakini pengadaan mobil oleh perusahaan tambang mencapai puncak pada 2022 lalu, sehingga hal tersebut berimbas pada penjualan di tahun selanjutnya. Penjualan mobil double cabin mengalami daya jual yang lebih rendah dibanding pada 2022.

Selain itu adanya kebijakan aturan izin pada perusahaan tambang yang semakin ketat juga turut memberi imbas. Contohnya pihak produsen mobil kini dilarang lagi menjual unit mobilnya kepada usaha-usaha pertambangan yang tidak resmi.

"Permintaan untuk tambang di 2022 sangat tinggi, itu yang tidak terjadi di 2023. Apalagi dengan adanya kebijakan tambang yang semakin ketat, seperti izin dan sebagainya, mayoritas pelaku tambang yang selama ini tidak resmi harus dilegalisasi, jadi yang punya izin saja yang bisa pengadaan mobil," paparnya, Kamis (18/1/2024).

Kemudian saat ini metode pengadaan kendaraan dari beberapa pemerintah daerah juga berubah. Dari yang semula melakukan pengadaan konvensional dan ownership, mulai beralih ke rental dan pembelian kendaraan electric vehicle atau EV.

"Pengadaan pemda itu kebanyakan konvensional dan ownership berpindah ke rental dan EV. Itu cukup berimbas ke kita meskipun secara keseluruhan penurunan kami tidak terlalu besar," ungkapnya.

Sementara Kalla Toyota pada 2023 lalu tercatat masih mengandalkan penjualan mobil LCGC-nya seperti Agya dan Calya yang mencapai 30% dari total penjualan keseluruhan, atau menjadi penjualan terbanyak pada tahun tersebut.

Mobil lainnya yang memiliki penjualan terbanyak adalah Rush mencapai 20% serta Avanza dan Veloz yang juga mencapai 20%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler